Thursday, May 17, 2007

Jangan Asal Copy Paste

Sudah lama saya mendengar slogan "Jangan Asal Copy Paste". Saya lupa apakah pernah memasangnya atau tidak. Kalopun belum pernah memasang-nya, hal tersebut kemungkinan besar dikarenakan kemalasan saya.

Beberapa waktu yang lalu, dunia blog indonesia dihebohkan oleh kasus "jangan asal copy paste". Kali ini korbannya adalah Novi, yang mana chicklit kalangan beliau berjudul Subject:Re di-ketik ulang sebagian oleh Rara, dan diikutkan dalam lomba Blog Angin Mamiri yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Makasar. Menjadi heboh, karena Rara selain moderator milis klanis (tapi udah resign), juga moderator blogfam, komunitas blogger di indonesia. Lebih heboh lagi, karena karya tersebut menjadi nominator pemenang yang berpeluang menjadi juara. Tapi kemudian, dikarenakan kehebohan kasus ini terjadi beberapa saat sebelum pengumuman pemenang, Rara mengundurkan diri, dan menghapus semua hal tentang karya tersebut.

Tidak.. Saya tidak ingin mengungkit apa yang sudah lalu. Saya cuman ingin menjadikan kasus itu sebagai contoh kasus nomer 1.

Saya sendiri tidak mengenal Rara secara pribadi. Cuman sudah kenal Rara dari dulu di id-gmail. Sempat juga ketika Rara masih menjabat sebagai moderator milis klanis, pendaftaran keanggotaan saya ditolak, karena saya tidak mau menyerahkan nomer KTP. Rara adalah Sarjana Kedokteran gigi yang sekarang tinggal di Makasar.
Kalo Novi, saya malah tidak kenal. Tetapi membaca postingan blog dia, kayaknya dia kenal dengan Nita Sellya. Jadi kalo menurut teori frenster, saya dan Novi ini cuman terpisah 1 derajat. Kalo saya dan rara (menurut teori frenster alam maya) sih terhubung. Tapi kalo menurut teori frenster alam nyata, Rara ini terpisah 1 derajat dengan saya.

Jadi, Rara dan Novi adalah 2 orang terpelajar, yang semua melek internet.

Baru-baru ini, kasus serupa muncul lagi.

Dalam sebuah lomba pembuatan blog antar SMA/SMK se-Surabaya yang diselenggarakan Depot TIK, memutuskan bahwa pemenangnya adalah Anggie Idelia OH. Menjadi heboh karena ternyata konten blog Anggie adalah copy paste dari beberapa sumber, tanpa menyebutkan sumber yang dicopy-paste. Ditambah lain, Juri terkesan tertutup dengan metode penilaian, dan panitia terkesan lepas tangan. Hal tersebut bisa dibaca di tulisan Pandu Gilas Anarki, yang berharap lebih dari sekedar harapan dua. Padahal jelas bahwa tujuan lomba tersebut adalah melatih siswa siswi untuk menulis, bukan untuk copy paste.

Saya juga bukanlah orang yang jujur dalam berkarya. Beberapa kali saya pernah mencontek ketika SMA dan Kuliah. Dalam ngeblog pun terkadang saya copy paste. Saya juga dulu sering menulis. Saya sering mengikuti lomba karya tulis, yang ini semua karya saya (dan teman2 satu tim). Barangkali ada lebih dari 10 karya saya selama SMA, diantaranya tentang gurah. Ketika membuat karya tulis, saya selalu mengharamkan kopi paste. Entah kenapa ketika kuliah/ujian/tugas, terkadang saya menghalalkan mencontek, barangkali itu sebabnya IP saya pas-pas-an :)

Di era internet ini, copy paste menjadi sangat mudah. Tinggal mencari di internet, dan salin. Tapi tidak semudah itu. Tindakan copy paste menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Dunia internet juga beda dengan dunia politis, yang mana dunia politis itu orangnya pembohong semua dan jago menyangkal. Di internet, apapun yang kamu lakukan bisa diketahui orang lain. Contohnya ketika Rara menghapus semua karya Novi dari blog dia, ternyata novi sudah meng-capture blog Rara.

Pikirkan sebelum copy paste. Mari mulai dari sekarang

Tuesday, May 08, 2007

iWoz-nya Indonesia


Barangkali sangat basbang kalo aku bilang, aku baru baca iWoz sekarang. Hehehe.

iWoz adalah sosok yang jago matematik, elektronik (dua hal ini-nya yang kata iWoz merupakan engineering), programming.

Begitu membaca, saya merasa bahwa ada sosok di Indonesia yang memiliki profil seperti iWoz. Beliau adalah Dr Waskita Adijarto. Untuk selanjutnya, dalam tulisan ini, agar mirip dengan iWoz, Om Wasz akan saya tulis iWaz.

Saya mengenal iWaz kurang lebih selama 4-5 tahun. Sosok beliau adalah engineer sejati. Ok, saya beri contoh saja.
  • Saya main ke rumah iWaz sekitar tahun 2002-2003 (lupa). Ketika itu ada kelap-kelip led di tembok. Saya kira itu hub. Eh ternyata itu adalah alat penyaring air. Jadi ceritanya, di rumah iWaz, airnya mengandung besi. Kalo pake cara klasik, tinggal taruh magnet di bak air, maka magnetnya akan menyerap semua besi (hahah). Eh tidak ding.. ada perlakuan khusus. Jadi besi-nya mesti diendapkan. baru airnya bebas dari besi. Alat iWaz ini (berbasis microcontroller) melakuakn pengisian bak dan pengendapan secara otomatis. Air yang sudah bersih nantinya akan ditampung di bak bersih (secara otomatis pula).
  • Kalo misalnya lagi ngoprek sesuatu (software), dan ada keterbatasan dengan software tersebut, maka yang dilakukan iWaz adalah ngedit source
  • Contoh kasus sisfo. Kalo tidak salah iWaz cuman punya akses untuk melihat nilai2 di pusat secara online. Yang dilakukan iWaz adalah bikin script untuk mendownload semua nilai2 dan memparsingnya.
Dan masih banyak lagi.

Jadi, iWaz ini adalah sosok yang jago matematik, elektronik (ybs adalah dosen sistem mikroprosesor), komputer/networking (ybs adalah admin senior (banget) di ITB), programming (php dan java adalah bidangnya, seingetku dia lagi bikin game buat mensimulasikan ekonomi), agama.

Saturday, May 05, 2007

Thursday, May 03, 2007

Hari ini dimulai dengan kekecewaan...

atas kekalahan man utd

Tuesday, May 01, 2007

Serasa di Purwodadi

Entah ada apa, tumben tadi aku denger suara adzan maghrib dan adzan isya. Sekarang ada salawat-an. Padahal di sini setahuku suara adzan tidak boleh di-suarakan di luar masjid.

Tapi, alhamdulillah bisa denger suara adzan dan salawat. Serasa di purwodadi :)

Akhirnya....

Sebenarnya acara ini sudah direncakana berbulan-bulan. Waktunya pun direncanakan pagi hari, setelah subuh. Sebenarnya, beberapa hari ini keinginan itu muncul begitu kuat, tetapi apa mau dikata.. akhir2 ini kalo pagi sering hujan.

Akhirnya kesampaian juga sore ini. Setelah berjuang melawan rasa malas, sore ini aku melakukannya juga.

Trek dimulai dari depan rumah. Menuju jogging trek di dekat danau, kemudian merencanakan 1 putaran jogging trek tersebut. Tapi cuman kuat 3/4 putaran, karena melewati rute tanjakan. Jarak tempuh kayaknya cuman 2 km.

Semoga tiap minggu ada kemauan untuk olah raga.

Monday, April 30, 2007

Angkringan

Angkringan ato kadang disebut Kucingan (ato Sego Kucing) atau bahasa kerennya Warung Koboi adalah warung portable (pake gerobak) yang menyajikan beraneka macam makanan murah yang biasanya beroperasi dari sore hari sampe menjelang fajar di daerah Yogyakarta.

Ketika aku masih tinggal di Jogja (1994-2000), angkringan terkadang menjadi pilihan untuk mengisi perut. Pertimbangannya selain murah, angkringan ini ada di mana-mana. Sebuah RT (Rukun Tetangga - Satuan terkecil (di atas keluarga) dari sebuah kelompok masyarakat, atau kumpulan keluarga yang membentuk sebuah kesatuan sosial masyarakat yang dipimpin oleh Pak RT) bahkan bisa dikatakan bukanlah RT apabila di RT tersebut tidak ada angkringan.

Menu yang disajikan di angkringan sebenarnya monoton. Satu angkringan dengan angkringan yang lain menunya hampir sama. Hal ini dikarenakan penyedianya juga terkadang sama. Pedagang angkringan ini cuman menjualkan saja, gerobak dan seisinya milik juragan angkringan.

Menu-menu yang pasti ada di angkringan adalah sego kucing (nasi yang dibungkus kecil2, dengan diberi add-on yang sedikit) dengan isi (atau add-on) teri, bakmi, sayur tempe, atau yang lainnya (saya lupa variasi isinya). Disebut sego kucing (sego adalah nasi dalam bahasa jawa) karena isinya sangat sedikit, sesedikit apabila orang ngasih makan kucingnya. Sehingga sekali ngangkring, seorang pria dewasa dengan nafsu makan normal bisa habis 4-5 bungkus. Selain sego kucing, terkadang ada sate telur puyuh, ceker ayam goreng, kepala ayam goreng, sate usus, tempe, tahu, dan yang lainnya saya lupa. Di beberapa angkringan saya pernah menemukan adanya aren (darah ayam yang dimasak). Biasanya apabila menemukan adanya aren di angkringan tersebut, saya tidak ke sana lagi.

Di setiap gerobak angkringan, pasti ada kompor arang, yang fungsinya untuk memanaskan air dan menghangatkan makanan tadi. Bisa dimaklumi, karena angkringan ini beroperasi ketika matahari sedang tidak beroperasi, sehingga kopi panas terasa nikmat di tengah dinginnya malam.

Penjual angkringan biasanya mendapatkan untung dari hasil dagangannya. Penjual angkringan tidak mengeluarkan modal, karena barang dagangan dan gerobak adalah hak milik juragan angkringan. Bahkan apabila ada makanan yang tidak laku, si penjual angkringan boleh mengembalikan ke juragan angkringan.

Keuntungan penjual angkringan sangat kecil. Misalnya berdasarkan hasil ngangkring tahun 2000, Aries (penjual angkringan di depan SSC) mengatakan, kalo sego kucing seharga Rp 300,- itu keuntungannya cuman Rp 25,-. Ceker ayam yang harganya Rp 250,- keuntungannya sekitar Rp 25.- juga. Bayangkan kalo dalam sehari penjual angkringan ini hanya mampu menjual 300 item, untung dia cuman Rp 7500,- per hari. Tetapi, biasanya keuntungan terbesar dari penjual angkringan adalah dari minuman. Dia tidak perlu nyetor ke juragan. Jadi, kalo dari minuman dalam sehari dia laku Rp 30.000,-, maka keuntungan dia adalah Rp. 30rb dikurangi modal dia (beli gula, teh, kopi, es batu, dll). Makanya penjual angkringan adalah orang yang senang mengobrol. Dengan mengobrol, dia bisa menahan pelanggannya untuk lebih lama nongkrong di sana. Diharapkan pelanggan akan memesan minuman (dan makanan) lebih banyak.

Angkringan ini adalah trademark jogja. Belakangan di jakarta muncul juga angkringan, dengan harapan dapat mengobati rasa kangen wong jogja yang di jakarta akan angkringan. Tetapi rasanya, suasana angkringan itu lah yang susah didapat di Jakarta.

Anda belom pernah makan di angkringan di jogja? sempatkanlah, dan nikmatilah. Jangan takut dompet anda akan terkuras, karena saya yakin, anda pasti akan kaget ketika membayar.

Wishlist: Daftar Buku Yang Ingin Dibaca

- Buku-nya Langit Kresna Hariadi tentang Gajah Mada (kalo tidak salah sudah 5 judul, contohnya ini)
- Bukunya Inu Kencana : IPDN Undercover
- Bukunya Tiara Lestari : Uncut Stories
- Bukunya Dan Brown : Digital Fortress

Masih ada beberapa buku yang lain. Yang ditulis di atas adalah buku non teknikal.

Harpitnas

Hari ini adalah hari kejepit nasional. Besok libur dalam rangka hari buruh. Pengen mudik, apa mau dikata. Kmaren2 belom beli tiket. Lagipula BF tinggal 2 :(

Sunday, April 29, 2007

Kerugian Pemerintah Akibat Tragedi Lapindo

Dari http://www.liputan6.com/view/3,140839,1,0,1.html

PT PLN Rp 212,5 miliar.
PT Telkom Rp 19,9 miliar
PT Kereta Api Indonesia Rp 100 miliar
PT Jasa Marga Rp 16,78
PT Pertamina Rp 231 miliar
Total Kerugian BUMN: Rp 580.18 miliar

Menurut survey forbes, total kekayaan keluarga pemilik lapindo ternyata masih sekitar 20 kali dari angka kerugian yang diderita BUMN pemerintah. http://www.forbes.com/lists/2006/80/06indonesia_Aburizal-Bakrie-family_0J8F.html

ps: untung beliau sudah bukan lagi menko ekuin.

Update 29 April.

Berita di Tempo Interaktif http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/04/29/brk,20070429-98998,id.html


Lapindo Minta Pemerintah Bantu Tangani Akibat Lumpur
Minggu, 29 April 2007 | 08:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Lapindo Brantas meminta pemerintah ikut membantu penanganan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur. Terutama, untuk relokasi warga yang rumahnya terendam lumpur. “Sekarang, rakyat sudah menderita semua,” kata pengacara Lapindo, Fauzi Jurnalis, di kantor Tempo, Jumat (27/4).


Akhirnya pengacara lapindo sadar, bahwa rakyat menderita gara2 mereka. Apakah itu berarti pemiliknya juga sadar bahwa rakyat sudah menderita gara2 mereka? dan rasa sadar itu dikarenakan mereka meminta bantuan pemerintah?

Menurut Fauzi, pemerintah harus ikut bertanggung jawab. Alasannya, pemerintah berkewajiban memenuhi hak asasi korban lumpur. Apalagi, kata dia, banyak pengacara dan politisi yang mengatakan pemerintah sebaiknya ikut bertanggung jawab. “Apa pun yang terjadi dengan Lapindo, (keadaan) ini urusan pemerintah,” katanya.


kalo gak salah, yg di sidoarjo ini belom menghasilkan apa2. Dan kalopun menghasilkan (andaikan tidak terjadi tragedi), kayaknya juga bagian pemerintah kecil banget, itupun dari pajak. Ketika mereka bahagia, mereka melupakan negara.. ketika mereka sengsara, mereka meminta pertanggungjawaban negara.

Pemerintah, jelas dia, juga telah mendapat keuntungan dari pengeboran gas yang dilakukan Lapindo melalui sistem bagi hasil. “Lapindo berdagang dengan pemerintah. Tapi jangan biarkan rakyat menderita,” katanya.


Aduh aduh aduh.. otakku gak bisa menangkap kalimat di atas...

Tentang kemungkinan semburan lumpur dijadikan sebagai bencana, Fauzi mengatakan bahwa itu urusan pemerintah. Tapi, ia mengingatkan bahwa banyak pakar menyebut semburan lumpur sebagai bencana. “Di seminar-seminar geologi yang independen, disebutkan bahwa ada pengaruh gempa Yogyakarta terhadap gerakan tektonik yang menyebabkan erupsi semburan lumpur (mud volcano),” katanya.


Jadi inget jaman seumuran saladin dulu aku pernah ikut mbah gito menggembala kerbau-nya. Tapi jaman itu belom pernah menggembala kambing, soalnya mbah gito gak punya kambing. Kalopun punya, warnanya kagak item.

Pihak Lapindo pun sebenarnya juga bersedia menanggung kerugian. Hanya saja, kata Fauzi, kerugian yang ditanggung disesuaikan dengan kemampuan Lapindo. Menurut dia, saat ini keuangan Lapindo 'sudah lewat'. “Lapindo sudah tidak punya harta apa-apa,” katanya.


Ironis.. ketika Lapindo menyatakan diri sebagai perusahaan yang sudah kere, bekas presdir-nya mengadakan pesta mewah milyaran rupiah di jakarta, dan pemiliknya dinobatkan majalah forbes sebagai orang terkaya nomer 6 di indonesia. sementara itu, ribuan orang yang sebelomnya hidup aman damai sentosa sekarang jadi tidak jelas nasipnya, belom lagi anak2 mereka yang masa depannya terancam juga.

Saturday, April 28, 2007

Surat Untuk Bapak Menteri Luar Negeri

Yth Bapak Menteri Luar Negeri,
cc Bapak/Ibu Menteri Keuangan

Assalamu'alaikum Wr Wb

Beberapa bulan yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi negeri jiran. Ketika itu, oleh teman-teman, saya diajak mengunjungi salah satu bagian negeri tercinta kita untuk berlibur. Karena jarak antara domisili kami dengan tempat tujuan kami tidak terlalu jauh, maka kami menggunakan ferry sebagai sarana transportasi.

Karena tujuan kami adalah sebuah resort, dan pembayaran sudah dilakukan di negeri jiran tersebut, praktis kami tidak memerlukan rupiah. Biaya transportasi juga sudah ditanggung resort tujuan.

ketika sampai di pelabuhan, teman2ku heran melihat aku celingak celinguk mencari tempat penukaran uang. akhirnya setelah aku jelaskan, bahwa ketika meninggalkan indonesia nantinya aku diwajibkan membayar fiskal sebesar Rp. 500.000,- (melalui perjalanan laut), teman2ku malah kebingungan. Kenapa warga negara indonesia diharuskan membayar fiskal apabila meninggalkan indonesia.

Yth Bapak Menteri,

Sebenarnya saya juga tidak tahu jawabannya. Ketika saya menanyakan kepada rumput, ternyata tidak ada rumput yang bergoyang. Semua rumput menunduk malu.

Sebenarnya ada jatah bebas fiskal 4 kali setahun. Tetapi apa mau dikata, terkadang angka itu tidak cukup.

Terkadang saya ingin mengajak anak istri mengunjungi Pulau Lombok, karena saya tahu lombok itu indah. Tetapi apa mau dikata, saya harus membayar fiskal.

Yth Bapak Menteri,

Apabila bapak menteri tahu, sebenarnya sudah menjadi rahasia umum, bahwa kita bisa membayar fiskal lewat jalur belakang. Dengan pembayaran dari belakang, kita bisa menghemat sampai dengan Rp. 500rb untuk perjalanan udara, tergantung nego tentunya.

Yth Bapak Presiden atau Calon Bapak/Ibu Presiden,

Kalo bapak memiliki program menghapus biaya fiskal, maka bapak akan mendapat point 20 dari saya. Tentunya ada point2 lainnya :
- Apabila bapak, ketika tulisan ini dibuat, menjabat sebagai wakil presiden, maka point bapak akan bertambah -10. Point yang sama juga berlaku apabila salah satu tim bapak saat ini menjabat sebagai wakil presiden.
- Apabila bapak, ketika tulisan ini dibuat, menjabat sebagai menko kesra, maka point bapak akan bertambah -10. Point yang sama juga berlaku apabila salah satu tim bapak saat ini menjabat sebagai menko kesra.
- Apabila bapak, ketika tulisan ini dibuat, menjabat sebagai Menteri hukum dan ham, atau menjabat sebagai menteri sekretaris negara, maka point bapak akan bertambah -10. Point yang sama juga berlaku apabila salah satu tim bapak/ibu saat ini menjabat sebagai menteri hukum dan ham atau menteri sekretaris negara.

Yth Bapak Menteri,

Saya tahu bahwa bapak punya target untuk meningkatkan pendapatan negara. Sebagai warga negara, saya menyarankan akan bapak meningkatkan sektor riil, meningkatkan eksport, meningkatkan mutu pendidikan, daripada memungut biaya fiskal.

Demikian

Terima Kasih

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Wednesday, April 25, 2007

Gara-gara Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Tahun 2006, ditemukan upaya peledakan pesawat dengan menyamarkan bom-nya sehingga seperti air minum yang biasa dibawa orang. --> Tahun 2007, mulai ada pembatasan terhadap pembawaan air minum di pesawat.

Tuesday, April 24, 2007

Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapore

Hari ini baca koran, ada penandatanganan perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapore di Bali. Sudah bukan rahasia lagi bahwa perjanjian tersebut terkesan alot, karena singapore merupakan tempat yang nyaman bagi orang berduit. Dan 30% dari orang terkaya di singapore (saya lupa kriteria terkaya, kayaknya total aset lebih dari S$10jt) adalah orang indonesia.

Yang saya belom liat dari perjanjian ini adalah apakah imbal balik bagi pemerintah singapore? Apakah indonesia harus membuka keran esport pasir?

Wednesday, April 18, 2007

Baca Buku

Sebulan ini aku agak sibuk bepergian. Sebagai teman bepergian, aku membeli 2 buah buku untuk dibaca.

Buku ini menceritakan sepak terjak Steve Jobs dari umur belasan tahun. Kemungkinan, buku ini hanyalah kompilasi berita dari media (bukan official biography). Lumayan untuk mengetahui alur hidup Steve Jobs.

Buat yang ingin membaca buku ini, siap2 saja kecewa karena akhir dari buku ini adalah tahun 2005 awal, jadi masih menyisakan cerita tentang perpindahan arsitektur prosesor produk Apple dari IBM PowerPC ke Intel. Selain itu juga cerita pembelian Pixar oleh Disney juga belom terungkap.

Buku ini merupakan buku karya Dan Brown, pengarang buku terkenal "Da Vinci Code". Akhirnya setelah baca buku ini, aku agak kecewa dengan Dan Brown. Dan Brown sangat bagus dalam menceritakan detail sebuah cerita. Tetapi alur-nya monoton. Sudah bisa ditebak siapa otak dibalik semuanya hanya dengan membaca setengah buku tersebut. Mirip dengan agatha christi (aku sendiri cuman baca 3 buku dari agatha christi). Tapi buku ini lumayan lah untuk teman perjalanan (walaupun sensasinya kalah dengan ketika membaca karangan dan brown pertama kali).

Tuesday, April 17, 2007

Wednesday, April 04, 2007

STPDN

Saya ingat, ketika itu masih duduk di bangku HME, dunia pendidikan dihebohkan dengan drama perploncoan di STPDN yang berbau kekerasan yang mengakitbatkan 1 orang meninggal. Ketika itu, SCTV bahkan menyemarakkan dengan menayangkan proses perploncoan yang memang berbau kekerasan itu. Ketika rame-rame nonton acara tersebut di HME, semua umpatan terhadap lembaga tersebut terucap.

Kemudian pemerintah mengambil langkah, diantaranya menggabung STPDN dengan IIP(kalo tidak salah) menjadi IPDN, dan mengangkat kepala sekolah baru (cewek, kalo gak salah namanya siti nurbaya) yang berjanji merevolusi STPDN baru.

lama tak terdengar beritanya, bahkan sampe beberapa tahun setelah saya meniggalkan bangku HME.

Tiba-tiba dunia pendidikan indonesia kembali digegerkan kasus STPDN. lagi-lagi kali ini seorang siswa meninggal dalam proses perploncoan. sejarah kembali terulang.

ternyata sejarah tidak hanya terulang pada proses perploncoan tersebut. langkah-langkah pemerintah dan sekolah tersebut juga terbukti mengulang sejarah. pencarian kambing hitam, kutukan terhadap perploncoan tersebut, antipati terhadap STPDN, penangkapan pelaku.. semua sama seperti yang terjadi ketika aku masih nonton tv di basement HME. yang membedakan kedua hal tersebut hanyalah keterangan waktu, dulu dan sekarang.

STPDN.. atau apapun namanya.. sebaiknya dibubarkan saja. Tidak perlu lagi proses pengkaderan PNS berbau militer. PNS bukanlah militer, pengkaderannya harus pengkaderan sipil.

ketika masih sekolah menyiksa adik kelas-nya, dan ketika menjadi PNS mengorupsi uang negara.

Jadi inget ketika pelantikan anggota HME 2002 dulu, aku menjadi quality control setruman.. hahahhaa..

Sunday, March 25, 2007

[Anggota DPR] Saya menolak jatah laptop

... mentahannya saja

Saham Lapindo

Baru-baru ini, ada berita bahwa PT Medco Energi Internasional Terbuka menjual 32% sahamnya di Lapindo seharga US$100.

Ternyata, menurut Ibnu Rusyi, komposisi saham Lapindo adalah :
- PT Medco Energi Internasional Terbuka (dimiliki oleh keluarga Panigoro) : 32%
- Energi Mega Persada (dimiliki oleh aburizal bakrie) : 50%
- Santos Brantas : 18%

kalo Medco menjual sahamnya yang 32% sebesar US$100, maka Energi Mega Persada berniat menjual saham-nya yang 50% ke Lyte sebesar US$2.

hanjrit ada2 aja cara untuk mengalihkan tanggung jawab.


===== pemilu 2009
saya tidak akan memilih partai yang ada :
- JK
- Aburizal Bakrie
- Yusril
- Hawid Awaluddin
- *daftar masih bisa bertambah panjang

termasuk kalo nama2 di atas mencalonkan diri menjadi presiden atau mendukung calon presiden tertentu, saya tidak akan memilih.

Tuesday, March 20, 2007

Harga Tiket F1

Monday, March 12, 2007

Tuesday, March 06, 2007

Duh...

Dulu, jaman masih kerja di Sudirman, rasanya hari2 ini begitu santai. Sehingga sempat jalan-jalan pada jam kantor.

Sekarang.. Oh.. pulang kerja begitu capek...

kok jadi ngeluh ya? :(

Sunday, February 25, 2007

Teknologi Video Streaming

Aku pertama kali mengenal teknologi streaming tahun 2003. Ketika itu aku ikut bantu-bantu di acara video streaming yang diadakan Bosscha (Departemen Astronomi ITB) bekerja sama dengan AI3 ITB ketika Mars berada dalam titik terdekatnya dengan bumi. Walaupun tidak memegang peranan penting, berkat acara itu aku jadi sedikit tahu tentang video streaming.

Yang kedua adalah ketika acara SOI. Sebagai peserta, aku sering malas datang ke ruang kelas-nya. Untung kuliah-nya dibroadcast lewat jaringan multicast, jadinya aku bisa menikmati dari lab.

Secara kasar, teknologi video straming yang aku kenal adalah sebagai berikut :
  1. Server based video streaming. Konten video yang di-streaming-kan disimpan dalam sebuah server, kemudian penonton menonton video itu dengan cara streaming langsung ke server. Teknologi yang digunakan bisa macem2, mulai dari menggunakan real player (seperti yang digunakan oleh www.sctv.co.id) sampai dengan menggunakan teknologi http sederhana. Kelebihan menggunakan teknologi ini adalah proses instalasi yang mudah, real player mendukung live streamin, sementara Kelemahannya, beban (penonton) tidak boleh terlalu besar
  2. Multicast based video streaming. Konten video yang di-streaming-kan disimpan dalam sebuah server, kemudian melalui jaringan multicast, konten tersebut disebarluaskan. Cara inilah yang digunakan oleh SOI. Kelebihannya : hemat bandwidth dan resource, mendukung liKelemahannya: tidak semua jaringan mendukung multicast
  3. Peer-to-peer video streaming. Konten video yang di-streaming-kan disimpan dalam jaringan peer to peer. Aplikasi peer to peer secara otomatis akan mengelola konten tersebut. Contoh-nya adalah SopCast. Kelebihan cara ini adalah hemat bandwidth dan resource. Kelemahannya : memerlukan dukungan komunitas agar bersedia menjadi seeder.
  4. Menggunakan cara-nya youtube. Konten video yang di-streaming-kan diubah format-nya menjadi flash video. Ketika diputer, aplikasi flash player akan men-download konten video tersebut sembari memutar-nya. Sebenarnya cara ini hampir sama seperti cara 1, tetapi karena dukungan kompresi video, cara ini bisa meng-efisiensi-kan bandwidth dan resource. Kelebihan : hemat bandwidth, resouce, dan bisa ditampilan (embed) di halaman web. Kelemahan : tidak bisa live streaming.

Sunday, February 04, 2007

Antara Aku, Gadget, dan Belanja

Barangkali, aku bukan termasuk orang yang senang berbelanja. Kecuali untuk kebutuhan sehari-hari, aku paling males berbelanja.

Termasuk juga gadget, aku merasa bahwa aku orang yang males ribet-ribet bawa gadget banyak. Satu laptop dan satu hape sudah lebih dari cukup buat aku. Dulu, jaman kuliah, aku sempat membawa banyak gadget, 1 laptop, 2 hp, dan 1 pda. Baru kemudian aku menyadari, bahwa aku membawa gadget2 itu hanya untuk gaya hidup.

Makanya, aku memutuskan untuk tidak memperpanjang matrix-ku. Alasanku, aku males bawa 2 hp, ato ganti-ganti nomer. Makanya hp yang dari kantor sekarang nganggur gak aku pake. HP yang aku pake adalah Siemens ME45, hp yang sudah aku pake sejak tahun 2002. Ganti HP? masalahnya aku udah merasa nyaman dengan HP itu, itu lah sebabnya aku lebih memilih HP itu dibandingkan HP yang lebih canggih dari kantor. Ganti HP aku rencanakan tahun 2008, ketika iPhone sudah dijual di sini :)

Nah, kembali ke masalah belanja. Entah kenapa aku emang tidak suka belanja. Dulu ketika kecil, aku memang sering disuruh nganter ibu belanja di pasar (tradisional). Tapi ya boseennn. Demikian juga kalo nganter istri, paling males belanja kalo gak ada tujuannya. Nanti ujung2nya pemborosan.. hihihi..

Kebetulan beberapa waktu yang lalu, aku mendapat kartu voucher SGD150 untuk belanja di capital land. Ada banyak toko yang menerima kartu voucher tersebut. Setelah dapet voucher itu, aku sempat jalan2 ke capital land di plaza singapura, kemudian membelanjakan SGD40 untuk baju-nya saladin (walopun kalo dipikir2, ternyata kemahalan, soalnya di luar sana bisa dapet SGD5, bahkan di jakarta/jogja bisa lebih murah:) tapi gak papa, gratis kok). Sebenarnya pengen mbeliin mainan, sayangnya toys'r'us tidak ada di daftar toko penerima voucher itu :(

Nah, sisa SGD110, sebenarnya hari ini aku bermaksud membelanjakan untuk istri. Tapi begitu sampai sana, aku bingung mao beli apa.. jadinya cuman bengong puter2, pulang lagi deh...

Thursday, February 01, 2007

Antara Penghematan dan Pemborosan

Ternyata beda antara penghematan dan pemborosan itu sangat kecil. Misalkan bulan lalu, pengeluaran pokok kita adalah N, sementara gaji kita adalan M, dimana M > N. Selisih antara M dan N kita tabung.

Kemudian, bulan ini, pengeluaran kita M+x. Dimana x adalah pengeluaran tambahan yang tidak perlu. Kemudian, bulan depan, (rencana) pengeluaran kita adalah M+x-y, dimana y adalah pengurangan terhadap pengeluaran yang tidak perlu (x).

Apakah ini berarti :
- (rencana) pengeluaran bulan depan menghemat anggaran sebesar x
atau
- (rencana) pengeluaran bulan depan memboroskan anggaran sebesar x-y

Contoh kasus-nya ini.
Melalui PP no 37 tahun 2006, pasal 14, Pemerintah memberikan tunjangan intensif komunikasi kepada pimpinan DPRD dan anggota dewan yang besarnya 3 kali uang representasi. Selain itu, juga diberikan tunjangan operasional (untuk ketua dan wakil ketua DPRD) yang besarnya maksimal 6 kali dana representasi untuk ketua DPRD dan 4 kali dana representasi untuk wakil ketua DPRD. Dengan adanya UU ini, pemerintah harus menyediakan dana tambahan sebesar Rp 1.2T,- setiap tahunnya. (sumber: Liputan 6)

Kemudian pemerintah merevisi PP tersebut. Dalam sebuah acara di Liputan 6, Mardiasmo, Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, Departemen Keuangan, mengatakan revisi tersebut menghemat anggaran negara sebesar Rp 450M,- setiap tahunnya.

Apabila angka-angka ini kita masukkan dalam kebingungan saya tentang penghematan dan pemborosan di atas, maka :
M = Anggaran pemerintah sekarang yang digunakan untuk foya2 anggota DPR/DPRD
x = dana tambahan akibat adanya PP no 37 tahun 2006 = Rp 1.2T
y = penurunan dana akibat revisi PP no 37 tahun 2006 = Rp 450M

Apakah ini berarti :
- Pemerintah menghemat anggaran sebesar Rp 450M
ataukah
- Pemerintah melalukan pemborosan anggaran sebesar Rp 750M

Monday, January 29, 2007

Kekayaan Masakan Indonesia

Ketika masih menganggur dan berkesempatan menonton transtv, salah satu acara kegemaran saya adalah Wisata Kuliner. Acara ini adalah acara "incip-incip" berbagai rumah makan di Indonesia. Terkadang Bondan Winarno, sang pembawa acara, mengunjungi rumah makan lokal, kadang mengunjungi rumah makan import.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya, salah satunya adalah kaya akan keanekaragaman masakan. Warung tegal (warteg) begitu menjamur di luar tegal, sementara rumah makan padang ada di mana-mana. Tidak ketinggalan, menu makasar juga mulai ada di tiap kota. Banyak juga kota yang menjual gudeg jogja, ataupun tengleng solo, sate banyumas, sate maranggi, dan lain-lain, padahal menu-menu tersebut bukan menu asli kota tersebut.

Akibatnya, rasanya lidah orang Indonesia lebih peka terhadap masakan enak. Keanekaragaman masakan tersebut bukannya menurunkan selera akan masakan enak, tetapi justru meningkatkan selera akan masakan enak. Ada beberapa rumah makan yang menjual menu makasar, tetapi pembeli tetap mencari yang paling enak. Rumah Makan Sederhana menjadi tolak ukur masakan padang yang enak. Sate maranggi yang asli (di Purwakarta) tetap menjadi tujuan utama, walaupun cabangnya sudah bertebaran di mana-mana.

Ya.. Itulah.. Perbedaan yang menimbulkan kekayaan. Bukan perbedaan yang menimbulkan perpecahan.

Sayangnya, akhir2 ini menu import mulai merasuki ibukota. Antrian panjang calon pembeli j.co menjadi salah satu buktinya. Demikian juga saudara j.co, breadtalk.. padahal di negara asli-nya, hampir tidak ada yang mengantri di breadtalk. MacD dan KFC juga selalu ramai.

Ketika meninggalkan jakarta untuk mencari sesuap nasi, ternyata aku salah. Susah mencari nasi beserta lauk-nya yang enak (cocok di lidah). Terpaksa mencari masakan yang dimasak oleh orang Indonesia. Rata-rata masakan tersebut memiliki ciri khas yang sama : halal, dan mahal (berima euy).

Beberapa rekomendasi:
- Ayam Bakar Ojolali, yang ini sering mengadakan menu spesial. Akhir pekan kemaren menu spesial-nya : sate kambing + tongseng. Sayangnya, pas aku sampe sana, aku salah liat hari. Menu spesial hanya ada di hari jumat dan sabtu. Duh... untung ada "sate kambing palsu" di deket rumah. Oh iya, ayam bakar ojolali ini terletak di sebuah sudut di lantai 3 di sebuah mall yang beruntung.
- Es teler 77, kalo siang menawarkan harga diskon untuk nasi goreng dan mie goreng. Lumayan lah. Favorit saya : ayam goreng set (ada sayur asem-nya, walaupun tidak terlalu enak). Katanya sop buntut-nya enak, tapi saya selalu lupa nyobain
- Kedai Aneka, ini di belakang center point. Yang jual kayaknya orang solo, jadi masih terasa "masakan solo".
- Mie ayam, lokasinya di belakang centerpoint juga.
- Kedai Ibu, di tanjung pagar. Saya belom pernah ke sini hihihi.. padahal banyak yang merekomendasikan. minggu lalu kedai ibu nongol di transtv
- garuda, yang ini padang banget. sayangnya harganya mahal :)

Sekali Provokator Tetap Provokator

http://www.tempointeraktif.com/hg/olahraga/2007/01/29/brk,20070129-92150,id.html

"Materazzi Provokator!"
Senin, 29 Januari 2007 | 17:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gelandang Sampdoria yang menanduk dagu Marco Materazzi, Gennaro Delvecchio, mengaku menyesali perbuatannya. Tapi dia berharap agar Materazzi juga meminta maaf kepadanya. Menurutnya, perbuatannya hanya dipicu tindakan provokatif Materazzi.

"Saya meminta maaf kepada semua orang Italia atas reaksi saya tersebut, saya memang salah," kata pemain berusia 28 tahun tersebut. "Tapi Materazzi harus mengakui bahwa dia telah memprovokasi saya."

Tak pelak lagi, insiden ini mengingatkan orang akan tindakan Zinedine Zidane yang juga dilakukan kepada Materazzi pada final Piala Dunia 2006 di Berlin, Jerman, 9 Juli. Zidane, kapten nasional Prancis, juga mengaku terprovokasi ucapan Materazzi yang menghina ibu dan saudara perempuannya.

Atas tindakannya pada babak perpanjangan waktu, menit ke-110, tersebut, Zidane mendapat kartu merah. FIFA juga menjatuhkan hukuman kerja sosial kepada bintang yang kini sudah pensiun sebagai pemain itu.

Delvecchio juga mendapat kartu merah dari wasit pada menit ketujuh. Menilik insiden yang membuat mulut Materazzi berdarah, Delvecchio kemungkinan besar juga bakal mendapat hukuman tambahan dari Liga Sepak Bola Italia.

Dalam kasus Zidane-Materazzi, pangkal masalahnya sudah jelas. Sama seperti tuduhan Zidane, Materazzi juga mengakui bahwa dia memang mengucapkan sesuatu yang menyangkut saudara perempuan Zidane. Meski, menurut Materazzi, dia sama sekali tak bermaksud sungguh-sunggguh menghina saudara perempuan Zidane.

Sementara, pangkal masalah insiden Delvecchio-Materazzi belum benar-benar terang. Menurut Materazzi dirinya menghampiri Delvecchio dan mengatakan, "Cukup sampai di sini." Sebelumnya Materazzi melihat Delvecchio melakukan gerakan yang membahayakan dua rekannya, Adriano dan kiper Julio Cesar.

Sebaliknya, menurut Delvecchio, dia sekadar bereaksi. "Saya tidak berniat jahat kepada Adriano, juga kepada Julio Cesar, saya cuma ingin mengejar bola," kata pemain bernomor punggung 40 ini. "Marco mendatangai saya dengan ucapan tertentu.. dan saya bereaksi. Kita semua tahu pemain seperti apa Materazzi ini."
AFP | ANDY M

Thursday, January 25, 2007

Ketika Lembaga Kemanusiaan Berubah Menjadi Lembaga Komersiil

Jujur saja, saya sedih ketika membaca berita tentang tidak boleh-nya sepasang orang tua membawa bayi yang baru saja dilahirkan sang istri karena mereka tidak mampu melunasi biaya rumah sakit. Link berita ada di sini.

Rumah sakit merupakan tempat di mana orang-orang yang sakit dirawat. Sakit (sebagaimana sehat, kaya-miskin, jodoh, kematian) merupakan anugrah yang Maha Esa. Artinya, kita tidak tahu kapan kita akan sehat, atau kapan kita akan sakit. Kita hanya bisa menjaga kesehatan agar terhindar dari sakit.

Dikarenakan kedatangannya yang tidak bisa kita prediksi, kita mesti mempersiapkan diri untuk sakit, apalagi dari segi finansial. Asuransi menjadi salah satu pilihan persiapan finansial menghadapi hal yang tak terduga tersebut.

Namun, untuk kelompok menengah ke bawah, asuransi terasa mahal. Akibatnya, ketika sakit, mereka lebih suka tidak ke rumah sakit. Pilihannya adalah dokter atau mantri (atau terkadang dukun). Lagi-lagi karena alasan biaya.

Menyadari hal tersebut, seharusnya untuk beberapa kalangan (pasien), Rumah Sakit memposisikan diri sebagai lembaga kemanusiaan, yang mencoba membantu sesama tanpa memikirkan pembiayaan yang harus dibebankan kepada pasien tersebut. Namun apa daya, deretan angka2 yang di depannya ada huruf R dan P masih berputar2 di otak para dokter2 dan pengelola rumah sakit. Semakin sedikit jumlah angka setelah huruf R dan P, semakin sedikit upaya mereka untuk membantu kesembuhan orang lain. Demikian juga sebaliknya.

Melahirkan adalah sesuatu yang antara pasti dan tidak pasti. Pasti karena kemungkinan besar umur bayi dalam kandungan adalah 40 minggu, dan tidak pasti karena banyak ketidakpastian yang bisa terjadi pada sang Ibu dan Sang Bayi (Untuk itulah kita harus banyak berterima kasih kepada Ibu).

Di jakarta, biaya melahirkan (kelas 3) untuk proses kelahiran normal berkisar antara Rp 3jt - Rp 5jt, sementara untuk kelahiran dengan operasi sesar berkisar Rp 6-9jt. Namun hal tersebut tergantung rumah sakit dan jumlah bayi yang dilahirkan (kembar atau tidak).

Untuk mendapatkan dana (minimal) Rp 3jt tersebut, sang suami harus menabung Rp 75rb,- tiap minggu selama 40 minggu. Ditambah pengeluaran lain2 (Susu Ibu Hamil, periksa kandungan ke dokter, dll) bisa menjadi Rp 90rb,- per minggu. Barangkali buat sebagian orang, angka tersebut adalah angka yang kecil. Namun, buat sebagian yang lain, angka tersebut adalah angka yang besar. Dalam satu bulan Sang Suami harus mempersiapkan (dan membelanjakan untuk kepentingan kesehatan sang Istri) sebesar Rp 90rb x 4 = Rp 360rb. Sementara dalam 1 bulan mereka harus makan (katakan sekali makan Rp 2rb dan 2 kali makan 1 hari untuk 2 orang) sebesar 2 * Rp 2rb * 2 * 30 = Rp 240rb. Sementara katakan dalam 1 bulan ada biaya lain-lain sebesar Rp 200rb.
Jadi total pengeluaran mereka dalam 1 bulan adalah Rp 360rb + Rp 250rb + Rp 200rb = Rp 800rb. Masih di bawah UMR Jakarta, sebesar Rp 819rb,-

Benarkah kenyataannya mereka bisa melaksanakan formula tersebut? Ternyata (menurut saya) tidak. Ada beberapa hal:
- Sektor informal (buruh bangunan, pedagang asongan, dll) tidak terikat dengan ketentuan pemerintah tentang UMR
- Apakah biaya sekali makan di Jakarta bisa dibulatkan menjadi Rp 2rb? (masak sendiri, dll)
- Apakah mereka hanya berdua?
- Apakah mereka cukup "berpendidikan" untuk mengatur pengeluaran seperti itu?
- Apakah upah mereka harian atau bulanan (kalo harian, gak kerja = gak ada pemasukan)
- Apakah mereka memikirkan masalah asuransi? Kalo iya, apa mereka berani mendaftarkan ke asuransi? Kalo berani, apakah pihak asuransi berani menerima mereka sebagai nasabahnya?
- dan masih banyak hal2 yang lainnya

Bagaimana pihak rumah sakit menyikapi kelompok masyarakat yang ini? Ironis-nya, pihak rumah sakit seolah2 tidak melihat adanya kelompok masyarakat ini. Pihak rumah sakit menganggap kelompok masyarakat ini tidak akan berani berobat ke rumah sakit-nya karena masalah biaya. Apabila ada kelompok masyarakat ini yang berobat ke rumah sakit, pihak rumah sakit akan menganggap mereka mampu, sehingga apabila mereka mengaku tidak mampu, pihak rumah sakit akan membebani mereka dengan syarat2 yang harus mereka penuhi.

Rasanya saya masih memiliki banyak teman yang baru lulus dokter (dr ipeh, dr dina, dr tia, dr rida, dr silvi, dll). Semoga mereka mampu memposisikan diri sebagai manusia sebagai makhluk sosial dan manusia sebagai makhluk material. Ada saatnya mencari uang, tetapi ada saatnya menolong sesama.

Dan semoga pemerintah dan pihak rumah sakit sadar, masih banyak sumarni-sumarni di luar sana.

Tuesday, January 23, 2007

Speachless

Duh saya benar2 speachless, membaca berita ini dan double komen di sini dan di sini yang merupakan kopi paste dari sini setelah dikritik di sini.

Duh postingan ini kok gak mutu banget siihhh

Sunday, January 21, 2007

Makan-makan!

Hari kemaren seharian saya memiliki 2 buah aktivitas makan2. Yang pertama dalam rangka pengajian + syukuran rumah baru-nya Mas Irawan, yang kedua dalam rangka makan2.

Makan-makan adalah sebuah acara mengembalikan citarasa lidah menjadi citarasa pribumi.

Foto2 bisa dilihat di sini.

Oh iya, saya mendapat voucher belanja di sini. Enaknya belanja apa ya?

Friday, January 19, 2007

Melihat Orang Lain

Sekitar 2 minggu yang lalu, dalam sebuah pengajian di rumah, Ustadz-nya kurang lebih bilang gini : "kita harus melihat orang lain lebih dari kita. Jangan menganggap rendah orang lain".

Aku paling suka mengamati karakter orang-orang. Kalo di keramaian, aku lebih suka ngamatin perilaku orang lain. Demikian juga di mailling list atau di pertemanan, aku mencoba mengamati orang lain untuk lebih mengenal-nya.

Salah satu tipe karakter orang yang aku kenal adalah "tipe orang yang melihat orang lain dengan parameter2 dalam diri-nya atau kelompoknya". Misalnya dia atau kelompoknya pinter maen basket, maka dia akan melihat orang lain dari kebisaannya bermain basket. Demikian juga kalo dia atau teman atau kelompoknya memiliki duit 1000. Dia akan melihat sesuatu dengan parameter duit 1000 itu.

Ironis-nya, karakter2 itu terkadang sering dijumpai pada perkumpulan umat beragama tertentu, lebih spesifik lagi, perkumpulan aliran tertentu suatu agama tertentu.

Kurs Mata Uang

Andaikan melihat kurs beli rupiah :

US$ : Rp. 7200,-
S$ : Rp. 4500,-
GBP : Rp. 8000,-

Apakah pendapatmu?
- Perekonomian Indonesia membaik?
- Yang jual rupiah kurs-nya jelek banget?

Thursday, January 18, 2007

Bintan bukan Indonesia

Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan mengunjungi sebuah resort di Pulau Bintan. Resort tersebut berada di dekat sebuah pantai.

Ketika berencana mengunjungi tempat tersebut, aku sudah membayangkan akan berada di Indonesia, sebuah negara kepulauan di kawasan asia tenggara.

Tapi apa daya, ketika sampai di sana, mulai dari pelabuhan ketika berangkat sampai dengan pelabuhan lagi ketika pulang, susah mencari bukti bahwa aku sedang berada di Indonesia. Barangkali satu-satu-nya bukti (dan ironis-nya) adalah bahwa ketika meninggalkan pelabuhan menuju ke negeri lain, aku diharuskan membayar sejumlah rupiah sebesar Rp. 500.000,- yang kemudian di-beri kuitansi dengan sebuah kertas yang mana ada gambar logo yang sama dengan gambar logo di pasport-ku. Teman2-ku yang di pasport-nya gak ada logo itu gak perlu membayar sejumlah uang tersebut.

Membaca berita di kompas, aku merasa bahwa berita tersebut benar adanya. Banyak kawasan yang menurut peta berada di kawasan yang ketika aku SD dulu dikenal sebagai NKRI, tetapi tidak terasa berada di NKRI.

Banyak alasan kenapa situasi di sebuah kawasan yang berada dalam koridor wilayah NKRI tidak seperti wilayah NKRI, misalnya :
- masih kurang-nya pengakuan pemerintah terhadap wilayah tersebut (yang diwujudkan dengan sedikitnya perhatian pemerintah untuk memajukan wilayah tersebut)
- adanya anggapan sebagian orang bahwa wilayah tersebut adalah daerah milik dia sendiri (sehingga dia berhak bertindak semau gue)
- adanya kenyamanan apabila wilayah tersebut dikelola oleh asing (entah merupakan kota mandiri di tengah pemukiman kumuh seperti di irian, resort megah seperti di bintan, dll)
- dan masih banyak lagi

Nah.. Seperti apa sih Indonesia dalam bayanganku?

Indonesia tanah air beta... Pusaka abadi nan jaya.. Indonesia sejak dulu kala.. Slalu dipuja-puja bangsa

*duh kmaren nonton indonesia-singapore, dibela2in kehujanan di stadion.. eh malah imbang*

Wednesday, January 10, 2007

Ketika Aku Kecil

Lokasi Kejadian

Dulu.. ketika aku baru lahir, bapakku membangun rumah di daerah Klaten. Sekitar 1 km dari terminal Klaten, depan Kantor Polisi Ketandan.

Ketika itu, jumlah rumah di kampungku masih sedikit. Bahkan, rumah bapakku dulu (ketika aku masih kecil) dikelilingi sawah. Hanya tanah di sebelah timur rumah bapakku yang bukan sawah, tetapi tanah kosong tidak kepake. Pemiliknya adalah temen kerja bapakku. Kayaknya dulu hunting tanahnya juga bareng.

mBah Gito

Sawah di depan rumah milik mBah Gito. mBah Gito ini dulu ketika aku masih seumuran saladin setiap hari bekerja di sawah depan rumah. Akhirnya mBah Gito akrab dengan keluargaku. Bahkan sudah dianggap mBah sendiri. Setiap lebaran, kunjungan ke rumah mbah gito menjadi agenda tetap.

Mbah gito dulu kalo membajak sawah masih cara tradisional, menggunakan bajak yang ditarik sepasang kerbau. Pas aku masih seumuran saladin, aku sering diajak mBah Gito membajak sawah, naek ke punggung kerbau. Sampai sekarang, setiap kali main ke rumah mbah gito, beliau selalu cerita ke aku tentang masa-masa itu. Bosen? Gak tuh.. Aku menikmati cara mbah gito menceritakan masa bayi-ku.

Oh iya, mBah Gito sekarang umurnya udah 80an tahun. Beliau awet tua. Istrinya juga awet tua. Istrinya mbah gito ini jago banget bikin tape ketan. Kami sering minta tolong (istri) mbah gito buat mbikinin tape ketan, tinggal kasih beras ketan ke beliau, sore/besoknya ambil tape ketan itu (walopun belom mateng), terus baru dimakan 2-3 hari kemudian. Kalo lagi ada duit, jangan lupa beli es krim. Tape ketan + Es krim = Nikmat.

Terakhir aku main ke rumah mbah gito september 2006, beliau sedang bekerja di sawah. Maklum, beliau ini tipe orang yang gak bisa diam di rumah. Ketika kmaren aku ke rumah mbah gito, ternyata beliau sudah tidak memelihara kerbau lagi, sebagai gantinya beliau memelihara sapi. Dan kemaren, Saladin menangis ketika ngeliat sapi-nya mbah gito :))

Sawah, Sungai, dan Kebun

Ketika aku kecil, area permainan-ku adalah sawah, sungai, dan kebun. Mainan digital pertama yang aku miliki adalah nitendo, sekitar kelas 3 SD. Dulu, sering banget kami main ke sungai.. mandi2 di sungai, walopun jelas2 sungai itu kotor. Mancing ikan di sungai/kolam di depan kuburan. Bahkan sampai mencuri pohon tebu di perkebunan tebu di deket rumahku.

Kadang aku dan temen-temen sering main ke kuburan cina (ngebong). Di kuburan cina tersebut ada pohon kenari. Rasanya enak makan kenari jatuh di situ.

Pramuka

Di masa-masa SD-ku, Pramuka menjadi ajang bermain yang asyik. Kami sering bermain ke kuburan cina (di belakang SD-ku, kebetulan tukang jaga-nya bapaknya temenku), ke sungai2 di pelosok (yang masih jernih, dan bebas dari kotoran kerbau), atau sekedar di sekolahan.

SD

Aku sekolah di SD Bareng Lor 2. Semua sodaraku juga sekolah di situ. SD ini lumayan bagus kualitas-nya (menurutku). Jarak SD ini dengan rumahku sekitar 1-1.5 km. Aku ke sekolah dengan mengendarai sepeda.

Jadi inget hal2 lucu ketika SD. Kalo musim hujan, kalo ke sekolah, tas-ku selalu besar. Isinya : jas hujan, sandal jepit, celana pendek, plastik, buku pelajaran, apa lagi ya.. pokoknya gedhe banget lah..

Sunday, January 07, 2007

Minggu Pertama 2007 dan Tragedi Penerbangan di Indonesia

Minggu pertama tahun 2007 diwarnai dengan beberapa tragedi penerbangan di Indonesia.
1. Hilangnya pesawat Adam Air, http://www.liputan6.com/view/7,135406,1,0,1168181341.html
2. Pesawat Pelita Air mendarat darurat karena kaca depan pecah, http://www.liputan6.com/view/7,135406,1,0,1168181341.html
3. Pesawat Batavia Air gagal terbang karena roda depan patah, http://www.liputan6.com/view/7,135409,1,0,1.html

Saturday, January 06, 2007

Pocong

Ada yang udah nonton pocong?

Ceritanya gini..
kmaren pas liburan di jakarta, istri ngajakin nonton pocong. Terus jalan deh kami ke Cibubur Junction. Nyampe Cibubur junction, kami belanja dulu kebutuhan sehari2.

Selesai belanja, kami ke atap, ke bagian bioskop. Ternyata kami ketinggalan jadwal, pocong udah maen 15 menit yl. Ya udah deh kami nongkrong2 dulu sembari menunggu cetak foto selesai.

tiba2, di pertengahan acara nongkrong2, ada seorang cowok keluar dari theater yang mana pocong sedang diputar. Dia berlari menuju kamar mandi. sejurus kemudian, terdengar suara "huekkk huekkk huekkk". ternyata cowok itu muntah gara2 nonton film pocong.

Tuesday, December 26, 2006

Hujannn

Dari tadi pagi hujan deres.. kalo sampe lusa masih hujan, alamat banjir nih

oh iya.. gara2 tadi pagi hujan, aku berangkat kerja milih naek kereta.. pertimbangan-nya, biasanya kalo hujan naek bis macet. untuk naek kereta, aku mesti naek monorel dulu selama 15 menit, terus naek kereta selama 40menit. kalo gak salah melewati sekitar 12 stasion (wow!!)

siap2 bangun pagi.. berangkat jam 7:50.. naek monorel dari stasion kecil di depan apartemen.. terus naek kereta dari stasion.. Alhamdulillah bisa dapet duduk.. masih banyak yg kosong.. langsung deh, nyari tempat di pojokan biar bisa dipake senderan sambil tiduran.. dan ternyata lama banget naek kereta :( sampe kantor jam 9 (kayaknya lewat). padahal kalo naek bis, nyampe kantor jam 9-15. masih sempet beli mie buat sarapan di kantor.

pulangnya juga naek kereta.. soalnya nungguin bis lama.. dan halte-nya penuh.. jadi alamat gak bisa duduk neehh.. eh naek kereta juga penuh.. ya udah.. terpaksa berdiri.. sampe stasion yg deket "toko buah yg terkenal di film forest gump" itu, aku dapet duduk :)

duh akhir2 ini susah tidorr.. kalo pagi susah bangonnn

kok jadi ngeluh ya...

btw, besok jumat aku mao ke jakarta :) kmaren udah beli beberapa oleh2 + beberapa makanan.. bingung juga mao beli oleh2 apa, soalnya di kota kecil ini gak ada yg khas.

agenda di jakarta:
- daeng rate
- gundul
- nyari yg mao dititipin kartika sari
- nonton (tentatip)
- pengen ngajak saladin renang
- sholat ied di at tien ajah..

Tuesday, December 19, 2006

Hujan...

Rasanya dari hari sabtu kemaren hujan terus2an... Tadi kaos kaki-ku basah.. Mana udah kehabisan kaos kaki nih.. terpaksa beli baru deh..

Tadi pagi macet :( yang biasanya cuman 50 menit ke kantor jadi 1:15 jam sampe kantor

Sunday, December 17, 2006

Teman Perjalanan

Membaca postingan silvi tentang teman perjalanan, aku jadi pengen cerita juga tentang teman perjalanan.

Dulu, jaman masih tinggal di bandung, frekuensi mudik-ku adalah tiap 2 bulan sekali. Jarak Bandung-Jogja dengan perjalanan darat berkisar antara 8jam hingga tak terhingga.

Aku paling suka melakukan perjalanan malam, sehingga sebagian besar waktu-ku bisa aku pake buat tidur. Sementara kalo perjalanan siang, agak boros di waktu. Sampe jogja sore, gak bisa ngapa2in.

Pada awalnya, aku lebih senang naik kereta. Kereta favorit adalah Lodaya Bisnis, Kadang kalo lagi mode berduit, naik yang eksekutif. Namun, 2 tahun terakhir aku tinggal di Bandung (2003-2005), aku lebih senang menggunakan bis. Bis favorit ketika itu adalah kramat jati. Alasannya sederhana, kalo menggunakan kramat jati, aku bisa naik di Boromeus, dan turun di Ambarukma. Bis yg biaasa aku naiki adalah bis jurusan Solo, karena bis jurusan jogja cuman sampe pasar kranggan (deket Tugu).

Alasan lainnya adalah tarif-nya yang murah (kecuali kalo mudik lebaran). Dengan mengeluarkan rupiah yang sama dengan kereta bisnis, aku bisa mendapatkan fasilitas (kursi, selimut, snack, air putih) yang sama dengan kereta eksekutif. Selain itu, ada faktor "jaga-jaga". Kalo aku ketiduran di bis dan bangun setelah ambarukma, aku bisa meneruskan tidurku, dan turun di klaten.. terus mampir rumah klaten. Untuk alasan yang terakhir ini, Alhamdulillah belom pernah kejadian.

Oh iya, selain itu, jaman awal2 aku di Bandung, Lodaya bandung-jogja hanya ada siang hari. Kalo mao naek kereta malem hari, mesti eksekutip ato ekonomi. Sekarang sih, Lodaya ada 2 waktu, siang dan malam.

Lamanya perjalanan tidak memungkinkan aku menggunakan seluruh waktu untuk tidur. Biasanya bis/kereta berangkat abis maghrib, sekitar jam 7. Nah, jam segitu belomlah waktu ngantuk. Biasanya aku bengong ato ngalamun dulu... Paling enak kalo dapet teman perjalanan yang bisa diajak ngobrol. Sehingga bisa ngobrol ngalor ngidul sampe jam 11an, terus tidur deh..

Buat aku, teman perjalanan adalah :
- teman ngobrol dari A-Z, ngobrol bisa apa aja...
- selalu menyenangkan
- kamu tidak perlu tahu nama dia.. cukup background ajah.. buat bahan ngobrol
- hubungan pertemanan berakhir setelah sampe tujuan
- teman untuk membunuh waktu
- selama ini aku hanya sebatas kenal dan ngobrol, gak pernah sampe tuker2an hp.. bahkan kenalan nama pun belakangan :)

Saturday, December 16, 2006

Slank - Pak Tani

Sang kancil curi laser discnya
Pak tani lupa pasang alarm
Untung TV warnanya nggak ilang
Untung Mobil BMW nya juga nggak dibawa

Kapan-kapan ? semua itu akan terjadi
Entah kapan ? para petani hidup bagai orang di kota

Nggak mungkin, nggak mungkin
Semua itu akan terjadi
103 tahun mungkin
Nggak mungkin, nggak mungkin
Semua itu terjadi
100 tahun lagi mungkin

Petani bajak sawah pake traktor
Kerja rutin kontrol sawah
Numpak harley ngitung laba panen pake komputer
Ngirim order beras pake helikopter

Friday, December 15, 2006

Sunday, December 10, 2006

Cukup Sudah

Akhirnya aku memutuskan, untuk tidak meneruskan masalah dengan landlord terdahuluku. Namun, apabila mereka nantinya membuat masalah, aku udah mempersiapkan beberapa langkah. Tapi, daripada aku malah mikirin hal tersebut dan mengganggu pekerjaanku, mendingan hal tersebut sekarang aku kesampingkan dulu. Anggap saja ini adalah upaya mereka untuk tidak mengembalikan duit deposit.

Sebenarnya, 1 hari setelah kejadian itu, aku sempat mampir ke rumah mereka dengan itikad baik untuk menyelesaikan masalah. Ketika itu, dari awal aku udah mengatakan kepada mereka, bahwa aku "tidak mau membayar kompensasi yang mereka minta, dan meminta mereka mengembalikan uang deposit-ku". Tentu saja sebelomnya aku udah minta pendapat dari banyak orang (karena itu emang tujuanku untuk pergi dari rumah mereka malam itu juga), serta bertanya ke depnaker. Tapi, malam itu mereka malah marah2. Mengancam akan melaporkan ke kementrian lingkungan hidup (Ministry of Environment). Hal tersebut tentu sudah aku persiapkan dalam konsultasi seharian. Jadi, aku bilang "laporkan saja, aku mau pulang sekarang". Aku di sana cuman 15-30 menit. dan karena mereka ngomel2 terus, ya rasanya tidak sehat (lagi-lagi tidak sehat).

Oh iya, seperti yang aku duga sebelomnya, bahwa ini adalah adu gertak. Contohnya ketika mereka mengancam akan melaporkan ke kementrian lingkungan hidup, dan aku bilang "laporkan saja", mereka terus bilang "ini bukan masalah kementrian lingkungan hidup ato kementrian tenaga kerja, kami hanya minta komitmenmu untuk mengganti kerugian". Hahaha..
oh iya, mereka mengatakan bahwa "the bugs come from my bag". (berima euy)

Yang penting, banyak pelajaran yang aku ambil dari kasus tersebut.

Friday, December 08, 2006

Masa-masa Indah Waktu SMA

Salah satu masa terindah yang pernah aku rasakan adalah masa-masa SMA. Apalagi masa tersebut diikuti oleh masa kuliah yang tidak indah (tugas menumpuk, ip pas2an, kuliah sering bolos, sering nginep di kampus, dll).

Seringkali ketika bermimpi tentang masa-masa SMA, aku jadi males bangun (padahal emang biasanya kesiangan). Bener2 masa yang tanpa beban. Isinya senang2. Bahkan, di kelas 3 pun masih bisa senang2.

SMA.... dulu kelas 1 SMA agak monoton. Kalo gak salah kelas 1 aku jadi ketua kelas. Terus terlalu aktif berorganisasi. Masih sering maen ama temen2 SMP, terutama ke temen2 yang punya kebun salak pondoh.

Kelas 2 mulai terasa apa yang namanya "masa-masa indah waktu SMA". Kelas 2 isinya bener2 having fun. Tiap akhir minggu nongkrong di konser musik. Apalagi waktu itu jamannya SKA. Band favorit? Apalagi kalo bukan Shaggy Dog. I hate mondayz juga lumayan. Sheilla on 7? Ke laut ajah :) Dulu waktu SMA kelas 2 tiap minggu nonton konser, tapi berhubung duit cekak ya biasanya nunggu bukaan :)
(nunggu bukaan: nunggu pintu pemeriksaan karcis dibuka buat umum, sehingga gratis). Selain itu jaman2 kelas 2 SMA aku punya gang, namanya GASMON. Anggotanya ada 16 orang :) 9 cowok dan 7 cewek. Kami akrab banget, tiap minggu sering jalan keluar bareng. Kalo gak ke pantai ya ke gunung, kalo gak gitu nongkrong doank. Tiap malem minggu biasanya mbakar jagung di rumahku. What a wonderful life.

Kelas 3 mulai fokus ke UMPTN, tapi tetep ajah.. tetep jalan2 walopun tidak sesering dulu.

Diantara semua temen2-ku SMA, ada 1 orang yang akrab ama aku dari kelas 1 sampe sekarang. Bahkan dulu kami sering "chatting" pake buku "komunikasi" kami. Bukunya masih ada gak rid? katanya sih masih ada :)

Barusan friendster-walking.. Buka frenster-nya beberapa temen SMA (ipeh, silp, pusz).. jadi inget2 masa2 itu...

Not all memoriez gone... hope I can keep that period of time in my memories..

Tuesday, December 05, 2006

Pindahannnnn

Selama di sini, aku nyewa kamar di sebuah apartemen. Karena berbagai alasan, aku memutuskan pindah dari apartemen tersebut.

Setelah menimbang mengingat, akhirnya aku memutuskan pindah besok sabtu, tanggal 9. Sebenarnya aku pengen pindah 1 minggu sesudahnya, yaitu tangal 16, karena tanggal 10 aku mesti lembur, dan tanggal 9 pengen nyuci baju. Kemaren si tuan rumah nanya, kapan aku akan pindah. Aku jawab, "sabtu ini, tanggal 9".

Tadi.. ketika pulang kantor, tao2 si tuan rumah nanya:
Tuan Rumah (cewek): bisa liat kamar-mu?
Aku: gak masalah, tapi kamarku agak berantakan
Tuan Rumah (cewek): apa ini? (sambil nunjuk sesuatu yang aku gak tao). Ini kan telor kutu (egg-bugs). Kok bisa ada di sini?
Aku: aku gak tao
Tuan Rumah (cewek): gara2 kutu ini, kulitku gatal2 (sambil nunjuk noda hitam di kulitnya yang hitam) dan dokter kulit bilang ini karena kutu. Setelah aku cari2 ternyata asalnya dari sini. Gara2 kutu ini pula aku mesti membuang tempat tidurku dan sofa. Pokoknya kamu mesti ganti S$2000,-.
Aku: Waduh saya agak capek nih, saya mao istirahat dulu. Besok saya omongin dengan pengacara kantor saya. (saya coba menggertak, karena dari tadi sudah keserang terus).
Tuan Rumah (cewek): Gak bisa, mesti diselesaiin malam ini.
Aku: Aku akan diskusi dengan temenku
Setelah nelpon & ngobrol ama mas mahfud, akhirnya diputuskan untuk menggunakan pihak ke-tiga, yaitu agen.
Aku: Oke, kamu kontak agen-nya, nanti biar agen-nya telpon aku
Tuan Rumah (cewek): Saya sudah menghubungi agen-nya. kamu telpon ajah dia
Aku: Oke
(sebenarnya ada sesi si Tuan Rumah (cowok) marah2 ke aku, tapi di-skip ajah demi kepentingan bersama - intinya sih ancaman)
kemudian aku nelpon agen-nya. dari pembicaraan telpon aku ambil kesimpulan:
- agen-nya lepas tanggung jawab (dia gak mao jadi perantara antara aku dan tuan rumah)
- agen-nya menyarankan aku mengganti $2k.
- agen-nya membela tuan rumah
- agen bahkan mengancam akan melaporkan ke DEPNAKER sehingga ijin kerjaku dicabut
gagal mendapat dukungan ato mediasi normal dari agen (agen seharusnya menjembatani kedua belah pihak, karena dia dibayar oleh keduabelah pihak), mendingan aku pindah saja. kemudian aku bilang:
Aku: Oke, aku pindah sekarang
Tuan Rumah (cewek): oke, sebelom pindah, tinggalkan deposit dan kemudian beberapa hari kemudian kamu akan melunasi 2k itu ato kita telpon polisi
Aku: Telpon polisi saja
setelah beberapa lama, polisi datang dan menginvestigasi. tak lupa dia mencatat KTP-ku.
kemudian si tuan rumah cewek bilang:
Tuan Rumah (cewek): agen menyarankan agar kami melapor ke DEPNAKER
Polisi: (terkekeh gaya wimar witoelar menertawakan 68%) Hal kayak gini dilaporkan ke DEPNAKER?
(aku tersenyum pas bagian ini)
Aku: Saran bapak bagaimana?
Polisi: Hal kayak gini sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan
Tuan Rumah (cewek): bagaimana, kamu mao ninggal deposit berapa?
aku: (kampret nih.. kok tao2 minta deposit)
Aku: Besok saya ke sini jam 7 malem. sementara itu saya akan minta saran ke beberapa orang. Untuk saat ini saya tidak akan ngomong maupun menyanggupi kompensasi.
Polisi: (sambil mencatat) Oke, kalian sudah saling memiliki nomer kontak kan? Untuk sementara deposit-nya ditahan dulu sampai masalah ini selesai.
Akhirnya aku cabut dari rumah itu.

Dari rumah itu ke apartemen Mas Mahfud (yang hanya berjarak 500-1000 meter), aku naek taksi. Di taksi ternyata supirnya pernah mengalami hal serupa. Supir-nya bilang "Kalau mao sewa rumah/kamar, sama orang Malaysia atau china saja, lebih enak". Sempat ngobrol lama ama supirnya.

Akhirnya bisa istirahat..
Thanks to :
- Mas Mahfud
- Pak Pulisi
- Supir Taksi
- My Wife

Garuda - Padang Cuisine

3 minggu ini, ada sebuah rumah makan padang baru di deket kantor. Namanya "Garuda - Padang Cuisine". Setiap kali mao sholat, biasanya aku melewati Rumah Makan Padang tersebut. Dari bau-nya udah kerasa bahwa itu adalah bener2 masakan Padang, bukan Masakan Padang Palsu.

Di sebuah milis, Rumah Makan tersebut terkadang diperbincangkan. Ada yang mengatakan bahwa "memang butuh pengorbanan untuk makan di rumah tersebut". Ternyata itu dikarenakan "Ketika makan di Rumah Makan tersebut terasa di Indonesia, tetapi ketika membayar terasa di Singapura". Menurut testimonial, sekali makan bisa habis >Rp.100rb,-

Saya sendiri belom pernah makan di sana. Sebenarnya pengen, tetapi karena setting rumah makan tersebut kelewat mewah, jadinya kalo ke sana sendirian males :) Semoga ada yang berkenan menraktir :)

Monday, December 04, 2006

Yogyakarta

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu ...

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Sunday, December 03, 2006

Pameran Sitex 2006

Tadi aku jalan2 ke pameran komputer bertajuk "SITEX 2006". Lumayan rame, ada beberapa jenis pameran. Pameran mainan anak-anak dan perempuan, Pameran mainan pria, dan Pameran Teknologi Digital.

Pertama aku masuk ke pameran mainan anak-anak dan perempuan. Pas kebikiran mao beli, liat panjang antrian, wooowww.. antrian mbayar ada 500meter kali. Gak jadi beli deh :)

Terus masuk ke pameran mainan pria. Cuman liat sekilas. Wah, ada yatch dijual :)

Giliran terakhir, pameran teknolohi digital. Ternyata yang rame (beberapa stand) adalah printer dan kertas buat cetak foto. Stand kamera digital malah gak ada. Puter sana puter sini, eh ternyata di tengah2 ada 2 stand besar, yang satu punya Microsoft, yang satu lagi punya apple. Mampir dulu ke stand microsoft, ada 4 sisi. Sisi pertama XBox, Sisi kedua Hardware Microsoft, Sisi ketiga gak tao, sisi ke-empat: Microsoft Office for Macintosh. Lucunya, di sisi ke-empat ini ada imac :) Sebenarnya aku mampir ke stand microsoft juga berharap ada contoh tampilan Windows Vista, maklum orang kuper belom pernah nyobain Vista.

Selanjutnya mampir ke stand apple. Ada 2 bagian: Macintosh dan ipod. Stand-nya lumayan keren.

Pameran kali ini aku tidak meminta brosur. Cuman 1 brosur yang aku ambil, brosur dari stand apple computer.

Sempat juga nyobain nyari wireless gratisan di sana, secara ada operator gedhe yang nawarin LCD 32' kalo langganan internet-nya dia selama 2 tahun. Eh... ternyata gak dapet internet gratisan.

Pameran Sitex 2006

Tadi aku jalan2 ke pameran komputer bertajuk "SITEX 2006". Lumayan rame, ada beberapa jenis pameran. Pameran mainan anak-anak dan perempuan, Pameran mainan pria, dan Pameran Teknologi Digital.

Pertama aku masuk ke pameran mainan anak-anak dan perempuan. Pas kebikiran mao beli, liat panjang antrian, wooowww.. antrian mbayar ada 500meter kali. Gak jadi beli deh :)

Terus masuk ke pameran mainan pria. Cuman liat sekilas. Wah, ada yatch dijual :)

Giliran terakhir, pameran teknolohi digital. Ternyata yang rame (beberapa stand) adalah printer dan kertas buat cetak foto. Stand kamera digital malah gak ada. Puter sana puter sini, eh ternyata di tengah2 ada 2 stand besar, yang satu punya Microsoft, yang satu lagi punya apple. Mampir dulu ke stand microsoft, ada 4 sisi. Sisi pertama XBox, Sisi kedua Hardware Microsoft, Sisi ketiga gak tao, sisi ke-empat: Microsoft Office for Macintosh. Lucunya, di sisi ke-empat ini ada imac :) Sebenarnya aku mampir ke stand microsoft juga berharap ada contoh tampilan Windows Vista, maklum orang kuper belom pernah nyobain Vista.

Selanjutnya mampir ke stand apple. Ada 2 bagian: Macintosh dan ipod. Stand-nya lumayan keren.

Pameran kali ini aku tidak meminta brosur. Cuman 1 brosur yang aku ambil, brosur dari stand apple computer.

Sempat juga nyobain nyari wireless gratisan di sana, secara ada operator gedhe yang nawarin LCD 32' kalo langganan internet-nya dia selama 2 tahun. Eh... ternyata gak dapet internet gratisan.

Sunday, November 26, 2006

Middle of Nowhere

Tuesday, November 21, 2006

Perginya Sang Mahaputera dan Mahaguru Berkemeja Putih.

---------- Forwarded message ----------
From: Armein Z. R. Langi

Perginya Sang Mahaputera dan Mahaguru Berkemeja Putih.
In memoriam Prof. Samaun Samadikun, 1931-2006

Rabu 15 November 2006, sms dari Irman Idris mengabarkan wafatnya Prof. Samaun Samadikun. Saya tidak bisa berbohong. Dalam hati kecil ada rasa terimakasih, beliau sudah bisa beristirahat di pelukan Sang Pencipta. Kesakitan dan penderitaan fisiknya akibat berbagai pengobatan sudah berakhir.

Kami berangkat sore itu menuju rumah duka di Kebayoran Baru. Saya memacu kendaraan merah saya, mencoba meninggalkan mobil biru. Tapi Kastam Astami di mobil biru tidak bergeming, terus mengekori mobil merah. Mobil lain yang dikendarai Adi Indrayanto dan Trio Adiono segera tertinggal jauh, entah belok ke mana dulu mereka itu... Kastam sebenarnya tidak pernah suka berkendaraan keluar kota, apalagi ke Jakarta. Tapi hari ini kita akan melihat beliau untuk terakhir kali. Mervin Hutabarat berkomentar, berapa banyak yang akan berusaha melawat kita seperti ini nanti ya... OK, belum waktunya bersedih. Kami perlu tertawa sekarang. We need these laughters for the things to come...

Semua orang tersenyum saat melawat di rumah duka. Jangankan yang melawat. Yang dilawatpun tersenyum. Semua tenang, seperti sedang menyiapkan diri . Semua sedang mengumpulkan tenaga untuk menghadapi hari-hari esok. Hari-hari saat kesadaran penuh menerjang. Saat kehilangan beliau betul-betul merasuk....

Semua bercengkerama santai. Irman Idris tersenyum bangga karena ia sempat memandikan beliau. Ah seperti yang tidak tahu saja, semua iri dengan Irman, anak kesayangan beliau. Bagaimana tidak, pak Samaun licik nih, menghabiskan waktu terbanyak dengan Irman. Mata Irman merah. Ah rasakan, ini belum apa-apa, golden boy, tunggu minggu depan setelah semua tenang.

Malam itu, saya, Mervin Hutabarat, dan Rio Seto berhenti di warung Cipularang. Kami pesan kopi, karena hari sudah terlalu larut. Dengan sigap anak muda pelayan warung mengaduk kopi kami. Ah, tahukah engkau bahwa hari ini seorang mahaputera telah pergi? Tujuhpuluh lima tahun ia berjuang supaya anak mu menjadi orang pintar dan merdeka. Dan tidak lagi harus berjualan kopi tengah malam di tengah jalan tol begini.

Mana bisa menulis tentang orang besar ini? Kata-kata yang dipilih tidak akan cukup dan tidak akan adil. Toh anak-anak didiknya harus memulai. Budi Rahardjo mencoba mengirim email pagi itu. Ah, blogger nomer wahid di tanah air tidak mampu melawan kepedihannya. Kata-katanya terhenti. Onno Purbo banting setir dan menulis wikipedia. Excellent idea, Onno. Diapun tidak sanggup meneruskannya. Siapa memangnya yang sanggup? Tidak heran, banyak memilih diam...

Arak-arakan kuda perang bergemuruh. Menaiki gunung dan menuruni lembah. Sang panglima dengan gagah berani menerjang di ujung terdepan. Ia menyatakan perang pada keterbelakangan. Ia memusuhi ketertinggalan. Silicon Valley harus berdiri di Bandung. Mikroelektronika harus mensejahterakan rakyat. Rakyat harus mendapat lapangan kerja dari teknologi ini.

Ah, deru perang membahana. Apa kita bisa? tanya bala tentaranya. Ini teknologi tinggi. Panglima ini Doktor dari Stanford, berguru langsung pada penemu transistor. Ia penerima royalti dari panten nya di Amerika. Ia penulis di jurnal Nature. Jadi kalau dia bilang bisa, ya bisa... Sang panglima hanya tersenyum, mengangkat senjatanya, dan memacu kuda nya. Ikut aku, bila ada yang harus berkorban, akulah yang pertama...

September 2006. Perang sedang bergemuruh, dan langit memerah. Hawa Bandung panas. Bala tentara tertegun menegok ke belakang. Mengapa kuda perang sang panglima menyimpang dan menaiki bukit? Dari kejauhan ia melambai. Ia memerintahkan pasukan untuk meneruskan peperangan, tapi semua diam dan menatap nanar. Sang panglima sedang menapaki gunung keagungan. Gunung Sang Pencipta, Gunung Sang Panglima Yang Maha Tinggi. Tidak ada kata yang terucap. Semua mengerti, tidak lama lagi ia akan tiba di pucak. Tugas nya sudah akan berakhir. Markas Besar sudah mulai memanggilnya pulang....

November 2006. Satu per satu jubah kebesarannya tertanggalkan. Di rumah sakit MMC, kondisi fisik beliau menurun. Saya tahu dari pak Suhartono bahwa Eniman Yunus dan prof Adang Suwandi membawa rombongan STEI menjenguk beliau. Saya harus ikut! Kebetulan Budi Rahardjo dan Pak Merati bisa mengantarkan kami ke sana sekaligus menjenguk. Wah prof Samaun, insinyur sejati. Dalam kesakitannya, masih juga ia minta Prof. Soegijardjo untuk mendesain alat untuk tempat tidurnya. Memang ada pak Sukrisno dan Pak Sarwoko di situ yang bisa mewujudkannya. Tapi yah, kami semua tidak mau banyak bicara, panglima harus istirahat. "Take good care of your health", katanya sambil menyalami saya. Dua kali dia berpesan seperti itu, so I better listen. "I will be watching you form above.." katanya tersenyum. Budi tidak terima, dan dengan cepat menukas, "tidak pak, kami tunggu makan tiap selasa siang di PAU..!" Rupanya itu percakapan terakhir...

Di puncak itu ada salju putih. Jubah kebesaran di puncak adalah jubah putih. Jubah kesederhanaan. Ah, ia sudah menggunakan jubah kesahajaan ini sejak muda. Ia tahu semua pasukan balatentara memimpikan emas permata. Ia tersenyum. Ya tentu, tidak ada yang lebih membahgiakannya daripada melihat semua orang sejahtera. That is the whole idea of this war.

Hmm, is it? Mengapa bapak suka dengan kemeja putih? Gunung-gunung sudah bapak lewati. Banyak gunung penuh intan permata. Direktur Sarana Akademis. Dirjen di Departemen Tambang dan Energi. Ketua LIPI. Direktur PAU-ME.. ok yang ini saya tahu salah-salah bapak bisa tekor, tapi yang lain itu bukan saja basah... tsunami, pak... Bukan saja kecipratan, bapak menghindarpun akan basah kuyup.

Tapi kita tahu apa? Soal kaya raya, pak Samaun yang paling tahu. Ketika beliau lulus di Stanford, Silicon Valley baru mulai. Kalau ia mau, kaya rayalah beliau di Silicon Valley. Tapi ia memutuskan untuk pulang dan membangun ITB. Buat beliau, memperkaya bangsa itu jauh lebih penting daripada memperkaya diri sendiri. Oh boy, how he has lived through this credo...

Coba saja datang ke rumah Pak Samaun. Lihat sendiri kebersahajaan beliau. Lihat sendiri dindingnya. Lihat sendiri kursi tamu nya. Lihat sendiri rak buku nya. Lihat sendiri lah... If you ever need to preach about living full of integrity, just visit his house for five minutes folks

Tahu tidak, pak Samaun itu selalu mempersilahkan orang lain duluan naik lift? Bila berpapasan di lorong, ia menepi duluan. (Saya juga begitu pak, tapi lebih karena takut kecopetan.) Betapa santun nya pak Samaun ini. Orang kecil pun ia hormati. Di istana atau di kantin mahasiswa, pak Samaun memperlakukan orang sama. Sepanjang hidup saya, tidak pernah sekalipun saya mendengar ia menjelekkan orang lain. Either you believe me or not, I don't really care.. pokoknya tidak pernah.

Bahkan kami dimarahi habis waktu menggosipi dosen yang sibuk cari uang dengan mengajar sana-sini. Pertama: pendidik itu tidak boleh diketawai. Bisa saja dia mengajar karena mencintai murid-muridnya. Kedua: boleh dong tidak seragam di ITB ini. Apa hak kita untuk membuat orang lain sama dengan kita? We felt so stupid.

Apa beda guru dengan mahaguru? Guru adalah tempat kita belajar semasa hidupnya. Mahaguru masih terus mengajari kita bahkan setelah ia wafat. Ia mengajari akan kekayaan hidup. Ia mengajari tentang memajukan orang lain.

Ini rahasia ya, punten, ketika Prof Samaun harus dibedah di Perth, beliau butuh USD 25,000. Saya tahu persis pihak keluarga bingung karena tidak ada dana. Prof. Adang dan Prof Ilse membuka rekening dana kesehatan untuk beliau pada suatu siang. Wah, belum sempat sore, dalam hitungan jam, rekening itu sudah berisi lebih dari Rp 250 juta! Pada saat mereka meminta untuk menghentikan pengiriman dana, dana sudah
mencapai Rp. 400 juta lebih. Pelajaran berharga tentang makna kekayaan!

Ketika ada staf kami kehabisan beasiswa, beliau meminta kita menggunakan sisa dana kesehatan ini. Wah, no way pak, ini persembahan orang untuk kesehatan bapak. He was not very happy, but nothing he could do, karena dulu dia sendiri yang memaksa agar rekening itu tetap dipegang PAU.

Betapa kaya nya Prof Samaun. Semua membantu beliau dengan diam-diam. Biaya obat dan masuk rumah sakit konon tahu beres. Sya tidak pernah tahu. Semua mencintai beliau. Semua meninggalkan rumah untuk melawat rumah duka. Semua sembunyi-sembunyi meneteskan air mata. Semua bertekad meneruskan cita-cita beliau. Ia menginginkan intan permata buat semua. Tapi, ia memberi contoh kekayaan yang sebenarnya. Ah, sang mahaguru,
dari liang lahat sekalipun masih juga kami diajari....

Kabar gembira. Pemakaman dipindah ke Taman Makan Pahlawan Kalibata! Ah, betapa senangnya hati ini. Akhirnya ada juga kebaikan bangsa ini kepada seorang mahaputera. Seperti biasa, saya tidak pernah tahu apa yang terjadi. Mesti ada yang menyayangi beliau dan diam-diam mengurusinya. Terimakasih. .. Terimakasih. ...

Di ufuk barat awan kembali memerah... Dari kejauhan ia melambaikan tangannya. Balatentara melambaikan penghormatan pada panglima besar. Perang melawan kemiskinan belum selesai, tapi tugas panglima sudah selesai. Sang panglima sudah kembali menghadap Yang Maha Tinggi, tegap melaporkan pelaksanaan tugas-tugasnya di medan perang. Ah, Ia sudah menapaki puncak bersalju itu. Puncak kebesaran dalam kesahajaan. Ia sudah tiba di sana... panglima kita sudah tiba di sana...

Siapa bilang Tuhan tidak mengasihi bangsa kita. Tuhan maha baik, telah mengirimkan pada kita seorang mahaguru. Tuhan sungguh baik. Selama 75 tahun Ia memberikan pada bangsa ini seorang mahaputera yang mencintai bangsa ini sampai ke tulang sumsumnya.

Oktober 2004, prof Samaun tergesa-gesa mendatangani saya. Kamu punya eulogy untuk Prof. Kudrat bagus sekali. Aduh, dari matanya ia seperti bertanya: what are you going to write about me? Shut, I am trapped, nih. Betul kan, seminggu setelah beliau wafat, tidak ada yang bisa ditulis. Mau tulis apa? Wong konsentrasi kerja saja susah payah begini. Setiap kata pertama ditulis, pandangan jadi kabur karena airmata tidak mau
kompromi.

Baiklah, saya kira yang bisa saya tulis untuk bapak adalah doa syukur, terimakasih Tuhan, karena kami sudah diberi Prof Samaun Samadikun. Terimakasih Tuhan, terimakasih. ..

Bandung, 20 November 2006.
AZRL

Monday, November 20, 2006

Wednesday, November 15, 2006

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

Turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Profesor Samaun Samadikun. Untuk cerita tentang perjalanan hidup Pak Samaun, rasanya lebih baik menunggu Pak BR yang menceritakan di blog-nya.

Saya tidak terlalu kenal sama Pak Samaun, saya juga cuman sekali diajarin pak samaun di kelas, itu pun cuman 1 jam pelajaran.

Ketika itu tahun 2001-an. Pak Samaun berkata "Now I'm officially retired. Good bye my fucking campus". Langsung ajah satu kelas tertawa.

Saya ada 2 generasi di bawah Pak Samaun. 1 Generasi di atas saya adalah murid-murid Pak Samaun yang sekarang lagi jaya2nya. Sebut saja, Pak BR, Pak Mervin, Pak Sarwono, Pak Richard Mengko, Bu Tati Mengko (Pembimbing tugas akhir saya), dll.

Selamat jalan Pak Samaun! Karyamu akan selalu kami kenang!

Monday, November 13, 2006

Serba Kebetulan

Seminggu yg lalu aku agak gak mood kerja. Dampaknya? Weekend mesti nyelesaiin kerjaan di rumah :((
Akhirnya bertekad, selama jam kerja, aku gak akan nyalain YM dan buka account junkmail.

Eh ternyata, tadi pagi (sebelom jam kantor), begitu nyampe kantor, nyalain laptop, sarapan, terus mao check ym.. eh ternyata ym gak bisa konek. Entah diblok ato gimana aku gak tao..

Hidup ini memang penuh kebetulan.. Apakah itu yang ditunjukkan Allah? Wallahu Alam.

Thursday, November 09, 2006

Suntuk

Akhir2 ini aku agak suntuk... Abis nyalain laptop, buka software penunjang kerja, kok rasanya malas nyelesaiin kerjaan. Walaupun tidak sampe mengganggu deadline, tapi ya rasa malas ini mesti dibuang.

Btw, look at this picture. Handsome yeah? :)

Sunday, November 05, 2006

Tips Membuat Lowongan Pekerjaan

Berikut ini adalah tips membuat lowongan pekerjaan

1. Buat persyaratan dasar yang membuat pekerjaan tersebut seolah2 hanya untuk kalangan atas, misalnya:
- berasal dari perguruan tinggi terkenal
- nilai IPK yang tinggi (di atas 3 atau di atas 3,2)
- kalo mao lebih keren lagi, tuliskan perguruan tinggi atau jurusan secara spesifik (dari jurusan telekomunikasi, alumni ITB, etc)
2. biar keren, lowongan ditulis dalam bahasa inggris
3. tuliskan skill yang diperlukan, semakin banyak semakin baik
4. tuliskan pula keuntungan apabila bergabung dengan perusahaan tersebut. Kalo perlu, cantumkan gaji pokok yang ditawarkan
5. tuliskan skill non teknis yang diperlukan, semakin banyak semakin baik
6. apabila cara pengiriman cv adalah menggunakan email, gunakan email kantor

ps: ini adalah indonesia-rulez

Friday, November 03, 2006

Pencurian Benwit

Biasanya aku mengakses internet dari rumah dengan memanfaatkan wireless yang tidak terproteksi, walopun mesti jungkir balik untuk mendapatkan sinyal yang bagus. Malam ini aku bengong di rumah sembari browsing nyari IOS. Tiba2 terbersit ide untuk menyalakan laptop satunya (di rumah ada 2 buah laptop(ibook dan ibm (freebsd & windows)), sayang satunya gak ada wirelss).

Ya udah deh, iseng2 nyoba ngeset ibook jadi nat server dan dhcp server. Eh berhasil :) sekarang lagi install cvsup di freebsd di sebelah

Thursday, November 02, 2006

WishList

Berikut ini adalah wishlist-ku :

1. Berbagai macam kopi asli Indonesia (Kopi Aroma, Kopi Aceh, Kopi Luwak(Ini nyarinya di mana ya???), Kopi Bali)
2. Sate Maranggi Palesu
3. Transam + Ayam Goreng(Bikinan Ibu)
4. Tengkleng
5. Es Teh Manis (merk tidak disebutkan karena SPAMMMM)
6. Nikon D80

Sementara itu dulu, ditambahin lagi lain kali

Aturan Dalam Memilik Rumah Makan

Dalam firewall sebuah jaringan internet, ada 2 aturan dasar yang dipakai, yaitu "default block" dan "default allow". Default block artinya semua paket data tidak diperkenankan melewati firewall, kecuali paket2 yang diperbolehkan. Default Allow artinya semua paket data diperkenankan melewati firewall, kecuali paket2 yang tidak diperbolehkan.

Untuk umat Islam, dalam memilih rumah makan ada juga aturan seperti itu, yaitu "default halal" dan "default haram". Default haram artinya semua masakan adalah haram (atau dipertanyakan ke-halal-an-nya) kecuali yang bertuliskan halal. Sementara "default halal" artinya semua masakan adalah halal, kecuali yang dinyatakan haram atau ada menu yang ber-babi atau ber-anjing atau ber-bekicot atau yang haram2 lainnya.

Di Indonesia, yang berlaku adalah DEFAULT HALAL. Semua masakan adalah halal, kecuali yang dinyatakan haram. Di Indonesia, yang sering men-sertifikasi kehalalan sebuah masakan adalah MUI.

Bagaimana kalo kita tinggal di daerah yang rumah makannya : default haram? Biasanya sih ada rumah makan halal di daerah tersebut. Rumah makan halal tersebut biasanya bertuliskan : HALAL. Kalopun tidak ada yang bertuliskan HALAL, kita bisa tanya ke yang punya warung makan: ini halal tidak? Paling enak sih kalo terus bawa istri dan dimasakin istri :)

Tuesday, October 31, 2006

Kartu-kartu di dompetku

- 1 KTP Yogyakarta
- 1 SIM C
- 3 ATM (BNI, BCA, & Bank Niaga)
- 1 Kartu Matrix
- 1 Kartu Indosat Premium Card

Kemaren nambah lagi
- 1 Kartu ATM
- 1 Kartu Makan
- 1 Kartu Tiket bis
- 1 Kartu Kantor
- 1 KTP Baru

Kayaknya dompetku terlalu tebal oleh kartu (sementara duitnya sedikit), jadinya kartu2 ini bakal dipensiunkan:
- 2 ATM (BNI & Bank Niaga - Udah gak kepake)
- 1 Kartu Matrix (udah jarang make matrix)
- 1 Kartu indosat premium card (udah kadaluarsa sejak september tahun ini)

Mengubah Tanda Tangan

Kemaren, aku harus membuat rekening di sebuah Bank, karena rekening2ku yang sebelomnya udah basbang. Kemudian aku pergi ke bank tersebut dengan sejumlah uang dan sejumlah persyaratan.

Abis ketemu ama mbak2nya, dimulai deh proses pembuatan rekening. Pas aku disuruh tandatangan, kok perasaan tandatanganku agak beda ya? bener juga, pas tandatangan lagi, tandatanganku beda hahaha. Ya udah deh.. setelah beberapa kali tandatangan, akhirnya aku memutuskan buat mengganti tandatangan. karena kalo yang tandatangan yang sekarang agaknya reflek-ku udah berubah. hahhaha.

Sunday, October 29, 2006

Jalan2...

Sore ini aku suntuk banget di rumah. Sementara aku di kamar, si tuan rumah genjreng2 muter lagu india kenceng2 (barangkali sambil lari2 nyari tiang).

Dari pagi aku di kamar.. mumpung nemu posisi bagus dapet wireless gratisan. nah.. ketika lagi tiduran, tao2 pintu kamarku terbuka dan ada yang nengok ke dalem. what the hell?! Kalo tuan rumahnya aku anggep 'sodara' ato 'keluarga' sih gak papa pake ngintip2 walopun harus didahului dengan ketuk pintu. Tapi ini?????

Ya udah deh.. mumpung sore ini cahaya matahari-nya indah, aku jalan2 ajah deh.. ini lagi nongkrong di warung kopi deket rumah.. hehehehe

Oh iya, SSID wireless gratisan yang di warung kopi itu ternyata sama seperti SSID wireless gratisan di kamarku. bedanya, kalo yang di warung kopi itu gak bisa buka ym.

Globalisasi Harga, Lokalisasi Pendapatan

Husni punya teori menarik, yaitu sekarang ini ada "globalisasi harga dan lokalisasi pendapatan"

Finally... Bisa buka blogspot

Aku hidup dalam dunia wireless gratisan. Agar dapat menggunakan internet secara lancar, aku mesti mengatur posisi sedemikian rupa sehingga sinyal wireless gratisan tersebut tertangkap oleh komputer yang aku gunakan.

Dalam kondisi ini, penggunaan browser yang tepat akan mempercepat loading halaman web. Beberapa browser memang jelek dalam menangani beberapa halaman web. Yang sudah aku coba adalah :
- safari : ini idolaku sekarang
- firefox : anjrit ini browser ato photo editor?
- opera : opera tidak bagus dalam menangani web dengan tampilan ajax
- camino : hampir mirip safari

dapat link dari macnoto tentang perbandingan browser di macintosh. klik di sini.

ps : postingan ini ditulis dalam safari.

Saturday, October 28, 2006

Suasana Kerja

Suasana kerja bisa saya bagi menjadi 3 :
1 banyak kerjaan dan penuh tekanan
2 banyak kerjaan dan tidak penuh tekanan
3 tidak banyak kerjaan dan tidak ada tekanan (lha wong tidak ada kerjaan kok ada tekanan)

Dulu semasa kerja santai di elektro, suasanya-nya adalah seperti nomer 2. Banyak banget yang mesti diselesaiin, tetapi ngerjainnya santai (santai dalam hal ini tidak ada uring2an dari bos). Menjadi ada tekanan kalo ada masalah yang memerlukan penanganan cepat.

Di SBM ITB, bisa jadi kerjaannya banyak ada ada (sedikit) tekanan. Barangkali karena SBM ITB adalah institusi baru, maka banyak yang mesti diimplementasikan dan dikerjakan dengan cepat.

Di NEC, bisa dibilang tidak ada kerjaan dan tidak ada tekanan. Hahahha. Jadi bisa chat seharian dan bengong seharian.

Di sini, banyak kerjaan dan penuh tekanan. Alhamdulillah tekanan yang ada adalah tekanan yang sehat, yang tidak berusaha menjatuhkan orang lain. Di sini rekan kerja adalah partner, bukan saingan meraih simpati bos.

Suasana kerja mana yang saya suka? tentu yang banyak kerjaan, banyak tekanan, dan penuh dinamika hidup... cieee hahaha

Keceleee

Hari ini aku kecele (apa ya bahasa indonesianya?) haahah pagi2 nyuci baju, terus ke depnaker.. soalnya mesti ngambil sesuatu di depnaker... nyampe depnaker tengah hari.. eh ternyata udah tutup.. ya udah deh.. besok senin

Menjadi Diri Sendiri

Menjadi diri sendiri adalah hal yang sangat susah. Ketika kita melihat orang lain yang sukses (menurut diri kita), kita selalu ingin seperti orang itu. Bahkan keinginan tersebut terkadang berubah menjadi "ingin lebih daripada orang tersebut".

Hal tersebut adalah wajar, mengingat manusia adalah makhluk yang punya keinginan. Menjadi tidak wajar apabila hal tersebut dilakukan secara berlebihan. Keinginan sederhana manusia bisa menjadi ambisi yang tidak sehat yang (agak) menghalalkan segala cara, termasuk mengorbankan kehidupan sosial.

Saya sendiri sekarang ini mencoba berusaha menjadi diri sendiri. Tidak ingin terpengaruh orang lain. Tidak pula ingin menjadi seperti orang lain. Biarlah saya menjadi diri saya sendiri, apa adanya.

Itulah kenapa, kalo ada yang menanyakan hal-hal yang bersifat personal kepada aku (misalnya: pekerjaan sekarang, dll), aku tidak akan menjawab. Hal tersebut karena aku pengen orang mengenal aku karena apa yang aku hasilkan (tulisan, ide, pertemanan, dll) dan bukan siapa aku dan apa pekerjaanku.

Aku hanya orang biasa.. yang ingin menjadi diri sendiri..

Wednesday, October 25, 2006

Pencurian Masakan Padang

Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan mengunjungi singapura. Dalam kesempatan itu, beberapa kali aku mencari masakan indonesia yang ada di negara kecil itu. Setelah beberapa kali pencarian, akhirnya aku menemukan beberapa buah rumah makan padang. Semua rumah makan padang yang aku temukan tersebut diklaim sebagai "Malay Food". Malay dalam hal ini adalah melayu.

Ternyata memang Malay di sini (dalam prakteknya) bener2 melayu. Rumah makan padang tersebut dioperasikan oleh ORANG MALAYSIA. Tentunya rasanya tidak seperti RUMAH MAKAN PADANG YANG ASLI.

Setelah aku tanya ama temenku yang kebetulan udah lama tinggal di Singapura, ternyata emang susah nyari masakan padang yang asli Indonesia (bahkan kata dia gak ada). Semua rumah makan padang di sini dioperasikan oleh orang malaysia. Orang Indonesia hanya kebagian sebagai tamu alias yang ngeluarin duit.

Ya.. Akhirnya MASAKAN PADANG diklaim juga oleh ORANG MALAYSIA.

Hello World

Hello World

Tuesday, October 24, 2006

My Room

Aku menyewa kamar dari pasangan muda dari India. Barangkali umur mereka sekitar awal 30an ato akhir 20an. Aku menyewa kamar ini melalui jasa seorang agen perumahan.
Ketika membaca iklan di koran, disebutkan bahwa harga sewa kamar adalah n. karena tertarik dengan harganya yang murah dan lokasinya yang strategis (cuman 10 meter dari mall dan 15 meter dari terminal), aku (atas bantuan mas mahfud) menghubungi agen perumahan tersebut. Kemudian kami bikin janji untuk melihat kamar yang disewakan. Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya kami jadi juga men-survey kamar yang akan disewa.
Setelah ketemu ama penghuni rumah, aku (dibantu mas mahfud) melihat2 kamar yang disewakan beserta fasilitas yang disediakan. Tao2 agen-nya datang menghubungi kami : "barusan pemilik rumah memberitahu kami, bahwa harganya naik menjadi 1,2 kali harga semula, karena kemaren ada orang lain yang survey juga, dan pemiliknya tidak cocok ama orang tersebut. Kayaknya yang sekarang pemilik-nya cocok dengan kamu".
Tungguuuuuuu sebennntarrrrr.....
Aku liat iklan di koran hari sabtu. Hari itu juga aku telpon agennya. Kemudian kami bikin janji mao liat sabtu sore jam 5.
kemudian ditunda, karena waktunya tanggung, abis buka ajah deh sekalian. Akhirnya kami bikin janji jam 8. Pihak agen setuju. Tapi kemudian agennya menelpon katanya gak bisa jam 8 malem. Ya udah besok malem ajah, karena yang punya rumah baru bisa besok (minggu) malem. Eh lagi2 jadwal tertunda, jadi senin malem, karena yang punya rumah lembur seharian.
ya udah deh, akhirnya senin malem jadi deh liat2 kamar ini. Eh kok tao2 si pemiliknya bilang "udah ada yang survey" kok gak ngasih tao dan kapan itu? Huh gak konsisten.
Tawar menawar dimulai. Kami tawar 1,1 harga semua dengan fasilitas lengkap. Eh si pemilik gak mao.. akhirnya tetep deh 1,2 harga semula dengan fasilitas matras tidur, meja kerja, kursi, dan lemari. Cukuplah buat tidur dan kerja di rumah. Oh iya, listrik jadi tanggungan pemilik rumah, secara aku cuman bawa badan dan ibook.

Hari pertama sudah terasa tidak enak, si pemilik rumah marah2 ama aku gara2 aku lupa matiin lampu kamar mandi. Oke lah aku salah, tapi marahnya gak perlu segitunya kaleee...
Oh iya, si pemilik rumah juga bilang : aku gak boleh bawa teman, kalo ada teman yang mao dateng, suruh di luar. kamar hanya BUAT TIDUR. kalo ada keluarga mao nginep, ada itung2annya sendiri. (sempat terpikir, nanti kalo saladin ato bapakku dateng, mendingan nginep di hotel ajah daripada di sini)
pokoknya, di rumah ini aku mesti berhemat sumber daya. aku gak boleh make listrik berlebih. kalo tidur lampu dimatiin. barangkali si pemilik pengen menghemat pengeluaran listrik dll.
Kmaren, hari senin, aku di rumah sendirian. Di luar sepi kayaknya yang punya rumah lagi merayakan deepavali. Aku di rumah ajah sampe malem. Malemnya aku maen2 ibook sampe jam 3 pagi. Eh tadi pagi si pemilik nanya
pemilik: "semalem kamu gak matiin lampu ya?"
aku : "aku bangun kok, sampe sekitar jam 3".
si pemilik : "make komputer?"
aku : iya
pemilik : kamu make komputer buat kerja?
aku : iya
pemilik : jangan sering2 make komputer ya, nanti tagihan listrik membengkak
aku: pak, pemakaian listrik untuk laptop kan kecil
pemilik: kita liat nanti akhir bulan, kalo tagihan lebih besar jatah kamu, akan ada itung2an lagi. aku gak tao mao apa lagi.
aku: liat ajah nanti akhir bulan
jelas2 di surat perjanjian ada tulisan : "LISTRIK JADI TANGGUNG JAWAB PEMILIK RUMAH". dan sebagai penyewa kamar, aku tidak boros2 amat make listrik. Paling cuman buat ibook + ngecharge HP.
Dan (jujur saja) makin tidak betah saja aku di rumah ini. Untuk kalo weekend aku banyak lembur, jadi gak perlu di rumah ini..
Oh iya, rencanaku pertengahan bulan depan bakal ngomong ke agen kalo aku mao pindah sekalian ngasih uneg2 tentang si pemilik. Kata mas mahfud sih, ini pemiliknya yang gak bener. biar pemiliknya diblacklist.

Terakhir kali aku ngekos di bandung, pemiliknya enak. Orang semarang sunda gitu pokoknya. Jadi pemiliknya akrab ama aku. Kami sering ngobrol. Pokoknya karena aku di perantauan, hal2 kayak gitu jadi enak lah. Hubungan antara pemilik kos dan penghuni yang harmonis baik untuk kesehatan jiwa. Lha sekarang? mendingan pindah :) biar deh rugi... (di awal, aku mesti kasih duit 2,5 bulan. 0.5 bulan buat agen-nya, 1 bulan buat 1 bulan pertama, dan 1 bulan lagi buat jaminan, jadi kalo aku pindah cepet, kami berdua rugi. karena si pemilik juga mesti bayar 0.5 bulan (biasanya sih 1 bulan) ke agen). Mendingan nyari yang pemiliknya orang indonesia. Biar duitnya balik ke indonesia.

I love the blue of indonesiaaaaa.......

ps: posting ini tidak ada maksud sara-nya sama sekali

Sunday, October 22, 2006

Ngeblog lagi di sini

Mulai sekarang aku akan ngeblog lagi di sini. Blog yang di http://fajri.freebsd.or.idi masih ada, tapi ada sedikit masalah. Sementara blog lain saya ada di http://fajri.wordpress.com.

Saturday, March 12, 2005

My **NEW** blog

i just moved my blog to http://fajri.freebsd.or.id. so, this blog may will not be updated again. thanks.

Sunday, March 06, 2005

Penghapusan Fiskal - Salah satu mimpi warga negara di negeri aneh ini

Saya hidup di negara yang aneh. Yach.. Negara ini sungguh aneh. Negara aneh ini dipimpin oleh orang-orang aneh dengan kebijakan-kebijakan aneh. Pejabat di negeri aneh ini memiliki kebiasaan-kebiasaan aneh, yaitu menciptakan mimpi-mimpi aneh di kalangan warga negara-nya.

Mimpi-mimpi yang dilakoni oleh para pejabat di negeri aneh ini kadang mimpi buruk, kadang pula mimpi baek dengan realisasi yang buruk. Beberapa waktu yang lalu pejabat di negeri ini menebar mimpi buruk dengan mengatakan bahwa harga BBM akan segera naik. Masalahnya, bunga mimpi tersebut tidak segera bangun. Bahkan, ketika terbuai dalam mimpinya, pejabat tersebut menggigau : kalau rakyat tidak mampu beli LPG, jangan pake LPG. Tentunya mimpi pejabat yang tak kunjung bangun itu menimpulkan tanda tanya di kalangan rakyat kecil. Akibatnya, terjadi ketidakpastian ekonomi. Rakyat membutuhkan barang, sehingga pengusaha menimbun barang sampai harga bbm naek. Diperlukan seorang begawan bernama Kwik Kian Gie untuk membangunkan pejabat tersebut. Akhirnya, 1 Maret 2005, harga BBM mulai naik.

Tidak.. bukan masalah BBM yang ingin aku bahas.

Pejabat aneh yang laen mengatakan bahwa fiskal akan dihapus medio Maret 2005. Tetapi menjelang maret 2005, pejabat-pejabat aneh yang laen mengatakan : "fiskal jangan dihapus, karena itu digunakan untuk subsidi pariwisata". Selain itu, pejabat negeri ini juga mengatakan bahwa pemerintah tidak akan membebaskan fiskal sampai perekonomian dinilai cukup makmur.

Ah.. kayaknya pejabat di negara ini emang tidak tahu (atau pura-pura tidak tahu?) bahwa subsidi ibarat korupsi, penyelewengan anggaran, penggemukan orang kaya, pemiskinan orang miskin. subsidi pariwisata ? bah.. dengan disubsidi aja, hanya Bali yang bener2 serius mengembangkan pariwisata. Jogja ? Kaliurang, Parang tritis, Samas, dll aja kotor. Bandung ? Dari Paris van Java berubah menjadi kota factory outlet. Gmana mao serius di pariwisata ? Mana hasil subsidi pariwisata-nya ?

Perekonomian dinilai cukup makmur? Kapan ? ah.. Lama-lama pejabat negeri ini jadi mirip Pak Raden yang selalu bermain kata-kata, atau kalopun bermain angka, sumber angkanya tidak jelas. Mungkin kalo pemerintah bilang : Pemerintah tidak akan membebaskan fiskal sampai pendapatan perkapita US$1500 per tahun. Itu baru masuk akal. Kalo : sampai perekonomian dinilai cukup makmur, wah.. bisa 1000 tahun lamanya tuh.. (jadi inget lagunya jikustik)

Apa sih pengennya penguasa di negeri ini ? Ah.. mungkin pemerintah hanya tidak ingin melihat rakyatnya bergembira, tidak ingin rakyatnya pergi ke Singapure hanya untuk shopping, tidak ingin rakyatnya pergi ke Malaysia hanya untuk pijat syaraf, tidak ingin rakyatnya pergi ke Thailand hanya untuk menikmati lokalisasi di Thailand, tidak ingin....

Kalo pengen rakyatnya tidak berpaling hati ke negara laen, serius dong ngurusin negara yang kononnya indah ini dong.. Masak lagu-lagu yang diajarkan pas SD hanya menjadi mimpi ketika udah gedhe.

Bangun dong !!!

Thursday, March 03, 2005

Bagaimana Menjadi Pejabat di Indonesia

Saya memang bukan pejabat, tapi saya akan memberikan trik-trik agar menjadi pejabat di Negeri yang Indah ini ...
1. Turunkan tingkat kecerdasan anda
banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuktikan bahwa tingkat kecerdasan pejabat negeri ini menurun, misal :
- dengan mencari harta karun di Situs Batu Tulis
2. Jangan lupa memuji tokoh-tokoh di luar negeri
Dengan mengatakan bahwa orang pertama yang akan masuk surga adalah Bill Gates, maka pejabat negeri ini berpeluang naek pangkat menjadi malaikat di surga-nya Bill Gates
3. Kalo berbicara di depan umum, biasakan salah ngomong
4. Jangan pernah meralat kesalahan anda.. Kalo memang ternyata kesalahan anda mampu menurunkan kredibilitas anda, carilah orang lain untuk disalahkan.
5. Bersifatlah arogan
misalnya dengan mengatakan bahwa kalau rakyat tidak mampu, jangan membeli Elpiji (Republika, 21/12/04) apabila menjadi menteri.
6. Buatlah sebutan untuk diri sendiri
- Misalnya, sebutlah diri anda dengan Bapak Pembangunan.

Sementara itu aja ah.. Nanti kalo ada ide, ditambahin..
btw, Roy Suryo cocok juga jadi pejabat. Semua point2 di atas ada pada diri Sang (yang ngakunya) Pakar IT.