Monday, June 18, 2007

Politisi Sucks

Andai dibuat blok diagram, sepintar apapun seseorang, kalo udah masuk ke sebuah blok pemrosesan yang bernama politik, maka keluarannya adalah bodoh.

Baru2 ini jakarta dihebohkan oleh kasus pemilihan gubernur DKI. Sang wakil gubernur ikut beradu di panggung pemilihan. Sebuah berita mengatakan ybs sudah 30 tahun malang melintang di jalur birokrasi, artinya sudah pengalaman dan makan asam garam.

aku mengartikan lain.. 30 tahun malang melintang di dunia birokrasi artinya otaknya sudah tercemari segala macam hal. ya gitu deh.. apalagi sebuah laporan menyebutkan kekayaan sang wakil gubernur itu 32M. Padahal dia adalah birokrat/PNS/apalah yang gaji-nya kecil.

suatu ketika ada cerita, sang wakil gubernur mencari calon wakil gubernur. Beberapa orang mencalonkan diri untuk mendampingi sang wakil gubernur. Beberapa jenderal maju. akhirnya terpilih satu jendera. jenderal2 yang lain mengeluh telah membayar sejumlah uang.

oleh para pendukung sang wakil gubernur, dikatakan bahwa tidak ada tuh bayaran dari sang kompetitor.

ternyata itu lah politik.. hari ini ngomong A, besok ngomong B.

sang pendukung mengatakan bahwa tiap perjuangan politik ada biayanya. itu lah yang mereka sebut cost politics.

Moral of the story:
1. semua ucapan politikus adalah bohong
2. daftar mereka yang tidak akan dipilih dalam pemilu mendatang (update hari ini):
- yusuf kalla
- Keluarga Bakrie
- Yusril Ihza Mahendra
- Hamid Awaludin
- PDIP
- pendukung fauzi bowo (Partai Demokrat, PDI-P, Partai Golongan Karya, PPP, Partai Damai Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Bulan Bintang, PPDK, Partai Pemersatu Nadhatul Ulama Indonesia, Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia, Partai Buruh Sosialis Indonesia dan Partai Pembangunan Indonesia Baru)

1 comment:

azil said...

ini kampanye terlesubungnya Adang?