Friday, February 18, 2005

SMS Spoofing

SMS Spoofing sebenarnya sudah dikenal beberapa tahun terakhir. Sms spoofing adalah sebuah pengiriman sms dimana nomor pengirim yang tertera bukanlah nomer pengirim yang sebenarnya. dengan menggunakan sms spoofing, fitnat, penipuan, iseng, dan hal-hal lain menjadi mungkin terjadi.

ada banyak cara melakukan sms spoofing. yang paling gampang adalah mencari provider sms yang memungkinkan kita mengirim sms dengan nomer pengirim seperti yang kita isikan. provider ini ada banyak, baik yang free maupun yang berbayar. tetapi kalo pengen tidak norak, tentu pilihlah yang berbayar.

cara lain adalah dengan menunggu. ya, menunggu... menunggu sampai ada service center yang bisa digunakan secara gratis. hal ini sering terjadi, biasanya 1 tahun sekali atau lebih. info tentang adanya service center ini berkembang lebih cepat di Yogyakarta. nah, setelah ada service center yang memungkinkan kita ngirim sms gratisan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengirim sms spoofing. yang paling murah, tetapi agak susah adalah dengan menggunakan at command. dengan menggunakan program telnet di Windows (untuk koneksi port, biasanya menggunakan hyper terminal). dengan hyper terminal, kirim at command ke HP. kalo pengen gampang, tapi mahal adalah dengan menggunakan software sms spoofing yang sudah ada. mahal ? yach, karena kita perlu beli hp bagus.

SMS Spoofing ini menjadi lebih cepat terkenal dengan adanya pernyataan seorang yang ngakunya pakar bahwa "Memang. SMS lebih memiliki nilai hukum (jelas identitasnya) dibandingkan e-mail yang bisa seenaknya dibuat. Jawaban anda sudah cukup kok, terimakasih." Dengan adanya bukti bahwa SMS Spoofing dapat dilakukan, tentunya terbukti-lah omong kosong sang sok-pakar.

Walopun sudah tao bahwa ada sms spoofing, ketika menerima sms tersebut, tetep aja aku kaget. bayangin, ada sms dari nomer : +628128282811 yang isinya : "halo. apa kabar? bagaimana situasi di itb?". kemudian sms dari Roy-Suryo yang isinya : "Anda jangan macam-macam masang YM status yang mendeskriditkan saya. Saya punya bukti untuk dibawa ke Polda!". SMS yang kedua from-nya sebuah nama. berikut screenshot dari kedua sms :

Sangat bahaya apabila SMS Spoofing diketahui oleh orang2 yang sering melakukan penipuan via sms. bayangkan apabila anda menerima sms dari Satelindo (bukan sebuah nomer), yang isinya "Selamat, anda memenangkan hadiah mobil Mercedes Benz, silakan kunjungi nomer berikut : 0815xxxyyy". tentu pikiran kita yang pertama, sms tersebut adalah asli. demikian juga kalo kita menerima sms dari nomer 222 yang isinya serupa. (beberapa pesan buat para penipu : kalo mao menipu, menipulah dengan elegan) :)

jadi, apa yang harus kita lakukan apabila menerima sms begitu ? langkah pertama adalah cek ke customer service via telpon. pastikan bahwa kita benar-benar memperoleh hadiah Mercedes Benz. setelah yakin, baru ambil hadiahnya.

bagaimana dengan sms dari anggota keluarga laen untuk mengirimkan uang ke nomer rekening aneh ? jangan langsung percaya !! cross cek dulu ke pengirim sms. just reply the sms, then your sms will be delivered to the right person.

Tentang sms gratisan ini, silakan baca artikel yang benar di Harian Sore Sinar Harapan. Berita yang kurang dalam dengan narasumber seorang sok-pakar bisa dibaca di detik. (Hihihi.. masak dibilang aku orang yang bersahaja.. tapi bener juga si merry... *kidding*) btw, pengirim yang tidak mao disebut namanya adalah Ahmad Husni Tamrin :) Hi Husni™

2 comments:

Anonymous said...

ada modus yang baru nih. kalo tas + hp ilang, dari address book dicari entri khusus seperti "my hubby", "home" dlsb, sebelum keluarga tahu tas dan hp-nya hilang udah dikirimin sms nanya no pin ATM. kalo yang gak curiga (karena asal sms-nya emang dari nomer yang dikenal) ya langsung dikasihin tuh nomer PIN, amblas dah.

ryosaeba @ data.startrek.or.id

sengsara said...

Pernah terima juga sih forwardan mengenai SMS model beginian, tapi masak sih, nggak ngecek dulu? Setidaknya ngomong : 'Lho, Mas? Duit yang saya kasih kemarin nggak cukup, ya? Kok nanya-nanya pin? Emang kartu ATM saya Mas yang bawa?"